KEBUMEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat ihwal kebijakan libur sekolah selama ramadan. Namun demikian, madrasah dibawah naungan Kemenag dipastikan akan mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Kemenag Kebumen Sukarno mengaku, sejauh ini belum bisa memastikan kebijakan pemerintah pusat terkait libur sekolah selama ramadan. Pihaknya juga tak ingin berspekulasi soal wacana yang pertama kali diungkapkan Wamenag tersebut. "Kami secara pribadi karena instansi pemerintah harus taat aturan. Pada dasarnya kami mendukung keputusan di pusat," beber Sukarno, Jumat (17/1).
Baca Juga: Instruktur Safety Riding Honda Indonesia Siap Cetak Prestasi di Kompetisi Internasional
Menurut Sukarno, wacana libur sekolah sempat menuai pro kontra. Sebagian pihak mendukung dan menyambut baik wacana tersebut. Libur sekolah selama ramadan dinilai akan memberikan kesempatan lebih bagi pelajar untuk menjalankan ibadah puasa. Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga sebagai momentum bagi pelajar untuk mendalami nilai agama selama bulan suci ramadan.
Di lain sisi libur sekolah di bulan ramadan juga menjadi kekhawatiran karena menjadi peluang pelajar tidak produktif. Selain itu, selama libur juga dikhawatirkan pelajar abai terhadap aspek akademik di sekolah. "Ada yang dukung dan mengkritisi. Pada akhirnya nanti diputuskan. Tinggal format kebijakan seperti apa," jelasnya.
Baca Juga: Instruktur Safety Riding Honda Indonesia Siap Cetak Prestasi di Kompetisi Internasional
Belum lama ini kementerian lintas sektor meliputi Kemenag, Kemdikdasmen dan Kemendagri telah menggelar rapat membahas usulan libur sekolah selama Ramadan 1446 Hijriyah. Adapun hasil keputusan dari rapat tersebut bakal diumumkan dalam waktu dekat. "Seandainya itu sekolah atau madrasah libur. Tapi kagiatan di luar itu seperti pesantren kilat mestinya tetap dilaksanakan," ungkap Sukarno.
Sementara itu, seorang guru Mutia Fajar Tri Wahyuni berharap jika kebijakan tersebut nantinya diputuskan hendaknya bukan menjadi alasan bagi pelajar untuk meninggalkan kewajiban dan rutinitas lain. Menurutnya, libur sekolah selama ramadan harus menjadi ruang bagi pelajar untuk meningkatkan kualitas ibadah. "Bagus juga, seperti era Gus Dur. Libur sekolah jadi bisa buat wahana edukasi untuk anak-anak. Seperti misal anak TK dan SD biar fokus latihan puasa," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo