JOGJA - Tonggak baru bidang akademik baru saja dibubuhkan oleh Universitas Akprind Indonesia, sebab mereka baru mengukuhkan Guru Besar baru, yakni Prof. Dr. Ir. Sri Mulyaningsih. Prof. Sri sendiri secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Vulkanologi.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul, Gunung Api Mendukung Hajat Hidup Manusia dari Masa ke Masa, Prof. Sri menegaskan bahwa gunung api tidak hanya menjadi sumber ancaman, tetapi juga merupakan entitas geologi yang menopang peradaban.
"Di dalamnya menyimpan sumber daya, serta memelihara ekosistem dari zaman purba hingga kini," katanya pada orasi ilmiah di Auditorium Universitas Akprind Indonesia, Kamis (24/4).
Baca Juga: Hanya gegara Ditolak saat Jabat Tangan, Warga Magelang Tusuk Orang Tak Dikenal hingga Tewas
Lebih lanjut, Prof. Sri juga menerangkan soal geologi cekungan Jogjakarta, sebagai dedikasi akademisnya terhadap daerah kelahiran. Disebutkan, dalam proses geologi, waktu adalah unsur utama. Proses-proses itu tidak terjadi dalam hitungan hari atau tahun, melainkan dalam jutaan tahun, membentuk bentang alam,
tanah, dan sumber daya yang kini kita warisi.
Namun dari proses yang panjang itu pula muncul dua wajah geologi, wajah positif berupa sumber daya yang menopang kehidupan dan kemakmuran dan wajah negatif, berupa bencana geologi yang menguji kesiapsiagaan dan
ketangguhan kita.
"Tidak semua sumber daya geologi wilayah ini dianggap bernilai ekonomis, namun menyimpan nilai konservasi, edukasi, dan estetika yang luar biasa," bebernya.
Dalam konteks DIJ sendiri, Prof. Sri merinci, meski hanya mencakup 0,17% luas wilayah Indonesia, namun DIJ menyimpan rekam jejak vulkanik yang sangat panjang dan kompleks. Kawasan ini dibentuk oleh tiga sistem gunung api utama, yaitu Pegunungan Kulon Progo yang berumur Oligosen-Miosen, Pegunungan Selatan berumur Miosen Awal, dan Gunung Merapi yang muncul sejak 0,5 juta tahun
lalu dan masih aktif hingga kini.
"Dalam dinamika superimposed volcanism, kita menjumpai jejak sulfidasi dan alterasi mineral hampir di dua pertiga wilayah DIJ," paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengukuhan Ir. Radhitya Adzan Hidayah menjabarkan, Prof. Sri sendiri adalah dosen senior prodi Teknik Geologi Universitas Akprind, dengan kiprah panjang dalam riset bidang vulkanologi, mitigasi bencana geologi, hingga bidang geologi terapan.
"Pengukuhan ini jadi tonggak akademik strategis yang menegaskan kapasitas Prodi Teknik Geologi Akprind dalam kontribusinya terhadap ilmu kebumian dan kebencanaan di Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, Radhitya menambahkan, bahwa pengukuhan ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi cerminan kontribusi kolektif Prodi Teknik Geologi dalam memperkuat fondasi akademik dan kolaborasi riset kebumian lintas sektor.
"Universitas Akprind Indonesia dari peristiwa ini, menegaskan posisinya sebagai kampus teknik yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kebutuhan bangsa dan masa depan lingkungan," tandasnya. (iza)
Editor : Heru Pratomo