Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan IV Tahun 2025, Bentuk Pertanggungjawaban dan Uji Publik

Heru Pratomo • Minggu, 25 Mei 2025 | 03:16 WIB
Khotmul Qur
Khotmul Qur

JOGJA - Rumah Qur'an (RQ) Sabiqun Bil Khairat Yogyakarta yang didukung Yayasan Sabiqun Bil Khairat dan 707 MyStore adakan Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan IV Tahun 2025 dengan tema "Bergerak, Berdampak, Berkualitas",
Sabtu (24/5/2025).


Khotmul Qur’an dan imtihan yang digelar di Tasneem Convention Hotel Yogyakarta merupakan acara yang diadakan sebagai bentuk tolak ukur hasil belajar santri RQ Sabiqun Bil Khairat. Khotmul Qur’an dan imtihan meliputi berbagai cabang di antaranya tartil Al-Qur’an, turjuma, tahfidz Juz 28, 29, 1 dan 2, kaifatusholli.


Sedangkan imtihan merupakan bentuk pertanggungjawaban dan uji publik bacaan Qur’an di hadapan wali santri dan masyarakat dalam ketuntasan santri selama belajar.


Sebelumnya telah diawali pra munaqosyah merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk evaluasi pembelajaran para santri sebelum menuju ujian munaqosyah. Sedangkan munaqosyah merupakan program evaluasi hasil akhir dan penilaian kemampuan siswa/santri pada akhir pembelajaran untuk menuntaskan kelulusan dari semua program.

Kepala RQ Sabiqun Bil Khairat Siti Maimunah mengatakan, Khotmul Qur'an dan Imtihan IV sekaligus Milad ke-6 RQ Sabiqun Bil Khairat. "Menjadi momentum bagi kita untuk merefleksikan diri dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT," tuturnya.

Gerakan ini berawal dari keyakinan dan akhirnya bisa bertumbuh serta berkembang sehingga membawa dampak positif dengan terus bertambahnya santri di lingkungan kelurga, teman dan lingkungan sekitar.

"Dengan pengelolaan lembaga yang toto, titi, tatag,tutug atau tertib, teliti, berani dan tegas, sehingga menghasilkan pendidikan Al-Qur'an yang berkualitas, baik dari segi bacaan maupun adab dan akhlaknya," jelasnya.

Pola pembelajaran yang diterapkan di lembaga RQ Sabiqun Bil Khairat Yogyakarta meliputi 7 tahapan pembelajaran dari Umda, tegas tapi tidak keras penuh kasih sayang, cinta dan doa.


"Mengajar bukan transfer ilmu karena sebetulnya santrilah yang mengajar guru, bukan guru yang mengajar santri," ungkapnya.

Sedangkan peran yayasan dan RQ adalah memberi manfaat, jangan memanfaatkan. Visi misi jelas, sistem yang mapan dan kurikulum yang baku dengan terus meningkatkan kualitas, kuantitas dan progresnya.


Ke depannya bisa menjadi contoh dan teladan terbaik (berakhlak mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, pikiran terbuka dan mental yang kuat). Tidak boleh sombong dan sembrono.


"Selain itu ikhlas, berdikari, ukhuwah dan kemandirian. Diharapkan adanya kaderisasi dari santri menjadi guru Qur'an," paparnya.

Editor : Heru Pratomo
#Khotmul Quran #rumah quran #Metode Ummi #IMTIHAN