MUNGKID — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 43 Magelang saat ini menggandeng katering konvensional untuk penyediaan sarapan dan makan malam. Untuk makan siang di-support dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala SRMA 43 Magelang Sri Redjeki mengaku telah berkomunikasi dengan SPPG terkait potensi kerja sama dalam penyediaan kebutuhan makan siswa, terutama makan siang. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan asupan gizi yang lebih baik bagi para siswa.
Tidak hanya itu, kerja sama tersebut sekaligus memastikan pengelolaan konsumsi dilakukan secara profesional. "Dari komunikasi terakhir, SPPG hanya bisa melayani makan siang. Kalau makan pagi dan malam akan dikelola oleh Sentra Antasena bersama pihak sekolah," kata Sri Redjeki, Senin sore (14/7).
Dia menjelaskan, skema kerja sama tersebut masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat. Namun secara prinsip, pemenuhan kebutuhan makan bagi siswa telah menjadi bagian dari tanggung jawab program SR, sehingga seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah.
"Tidak ada pungutan biaya kepada keluarga siswa. Semua kebutuhan, termasuk makan, dipenuhi oleh sekolah bersama sentra," tegasnya.
Kerja sama dengan SPPG, kata dia, dinilai strategis karena memiliki standar pelayanan gizi yang telah teruji dan pengalaman dalam menyalurkan makanan sehat. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono menyebut, skema ini bisa menjadi solusi efektif untuk memenuhi hak gizi anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 yang bersekolah di SRMA. "Anak-anak di sekolah rakyat ini diasramakan, jadi kebutuhan makan tidak boleh setengah-setengah," paparnya.
Untuk saat ini, sekolah masih menggunakan katering konvensional hingga seluruh sarana dapur tersedia lengkap. Namun secara bertahap, Sentra Antasena juga menyiapkan pola pengelolaan mandiri untuk makan pagi dan malam.
Dengan jumlah total 100 siswa dari 21 kecamatan, SRMA 43 Magelang menjalankan model pendidikan boarding school dengan pola asuh 24 jam. Pemenuhan kebutuhan makan menjadi faktor krusial penunjang keberhasilan pendidikan karakter dan akademik. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo