PURWOREJO - Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi resmi membuka Pasar Tiban Pring Koplak di Kelurahan Pangenjurutengah, Minggu (24/8). Pasar tradisional ini dibangun atas kolaborasi SMK Kesehatan Purworejo dan warga setempat dengan memanfatakan lahan kosong di area kebun bambu.
Dion mengapresiasi gebrakan dunia pendidikan dengan warga setempat dalam pemanfaatan lahan kurang produktif. Menurutnya keberadaan pasar tradisional tersebut dapat menjadi ruang aktualisasi pelajar.
Baca Juga: Wali Kota Magelang Dorong Penyusunan Arsip Literasi dari Sejarah Kota hingga Kuliner Legendaris
Lalu tak kalah penting membuka peluang ekonomi yang dapat dirasakan warga. "Tadinya hanya kebun pring (bambu), sekarang disulap menjadi sebuah tempat rekreasi," jelas Dion.
Bagi Dion, Pasar Tiban Pring Koplak menawarkan konsep berbeda dengan pasar pada umumnya. Pasar ini dibuat seolah pasar era zaman dulu, mulai dari model transaksi serta barang yang disajikan. Ditambah lagi nuansa di bawah rimbun pohon bambu menambah kesan kuno.
Dia berharap pasar tersebut dapat tetap eksis di tengah era modernisasi. Sebab dari geliat pasar tiban ini ada nilai pemberdayaan masyarakat. "Pemerintah daerah mendukung penuh. Harapannya ini bisa menjadi contoh wilayah lain," katanya.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Anak Muda Jogja Rave-Up Di Scoopy Coffee Rave
Pasar Tiban Pring Koplak ini dibuka setiap akhir pekan. Produk yang ditawarkan mayoritas berupa makanan tradisional. Menariknya setiap pengunjung yang akan membeli diwajibkan menukar uang dengan koin khusus sebagai alat transaksi.
Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin mengatakan, pembukaan pasar tiban yang berada di dekat sekolah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Lilis Nuryani: Semangat Kebersamaan Jadi Modal Membangun Kebumen
Rencananya, keberadaan pasar tersebut akan dilengkapi dengan layanan fasilitas cek kesehatan gratis sebagai bagian daya tarik pengunjung.
Dia menyatakan, masih perlu pembenahan dalam tata kelola pasar. Nantinya pasar juga akan dijadikan ruang ekspresi bagi warga setempat maupun masyarakat Purworejo secara luas. "Kami ingin sekolah kami maju, tapi warga sekitar juga maju," tegasnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo