Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Beyond Tomorrow, Kamajaya Sebut Kreativitas Indonesia Hadapi Dekade Kritis 2025–2035

Magang Radar Purworejo • Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:35 WIB

 

Beyond Tomorrow, Kamajaya Sebut Kreativitas Indonesia Hadapi Dekade Kritis 2025–2035
Beyond Tomorrow, Kamajaya Sebut Kreativitas Indonesia Hadapi Dekade Kritis 2025–2035

 

 

JOGJA – Indonesia sedang memasuki masa penentuan penting satu dekade ke depan. Periode 2025–2035 dinilai sebagai “Dekade Kritis” yang akan menentukan apakah Indonesia mampu naik kelas menjadi negara maju, atau justru terjebak dalam jebakan pendapatan menengah dan menua sebelum sejahtera.

 

Pakar ritel dan perilaku konsumen Yongky Surya Susilo mengingatkan pentingnya peran komunitas bisnis, khususnya alumni perguruan tinggi, dalam memperkuat struktur ekonomi riil. Dalam forum bertajuk “Beyond Tomorrow: Strategi Tetap Bertumbuh dalam Pergolakan Ekonomi dan Prediksi Perekonomian ke Depan”, Yongky mengajak Kamajaya Business Club (KBC) untuk aktif mendorong reformasi daya beli dan penciptaan lapangan kerja.

 Baca Juga: Warga Banjurpasar Kebumen Ramai-Ramai Gali Liang Kubur dan Pasang Tarub untuk Prajurit TNI Yang Gugur di Papua

“Jendela bonus demografi Indonesia akan mencapai titik balik antara 2030 hingga 2040. Jika tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi, pertumbuhan akan melambat,” tegas Yongky dalam forum yang digelar di Nara Kupu, Sabtu (11/10).

 

Kolaborasi Alumni untuk Masa Depan

 

Acara yang berlangsung sejak siang hingga sore itu dipandu oleh Sekar Tyas Nareswari, Public Relations KBC sekaligus Founder Takon Pakar Edutainment. Sekar menekankan pentingnya ruang dialog antaralumni lintas generasi.

 

“Melalui Beyond Tomorrow, kita ingin membangun jembatan lintas pengalaman. Kolaborasi dan pertukaran wawasan adalah kunci untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan,” ujarnya.

 Baca Juga: CBR Series Melesat, Pebalap Astra Honda Raih Tiga Podium ARRC Malaysia

Ketua KBC Fransiscus Go menyatakan, komunitas bisnis alumni Atma Jaya harus menjadi kekuatan yang relevan dalam menghadapi realitas ekonomi yang cepat berubah. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kelas menengah akan bertahan jika kita bisa menciptakan peluang bersama,” katanya.

 

Frans menyebutkan sejumlah sektor strategis yang patut dilirik pada 2025 mendatang, mulai dari UMKM digital, ekonomi hijau dan kreatif, pendidikan digital, layanan kesehatan terpadu, hospitality lokal, hingga teknologi berbasis AI dan otomasi.

 

Konsumsi Melemah, Struktur Daya Beli Bergeser

 Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza-Israel, Dunia Saksikan Kemenangan Palestina

Yongky, yang juga Board Expert HIPPINDO, menyoroti tanda-tanda melemahnya konsumsi rumah tangga. Data FMCG kuartal II menunjukkan pertumbuhan nilai hanya 1%, dengan volume turun 3%. Artinya, masyarakat membeli lebih sedikit, lebih jarang, dan lebih hemat.

 

“Fenomena trading down makin nyata. Konsumen memilih merek lebih murah, kemasan kecil, dan menunda pembelian. Mall tetap ramai, tapi daya beli tak sekuat dulu. Banyak pengunjung hanya lihat-lihat atau makan di restoran—belanja barang makin jarang,” jelasnya.

 

Ia menyebut pergeseran konsumsi dari barang ke pengalaman sebagai tantangan sekaligus peluang baru. “Muncul fenomena ROJALI (rombongan hanya lihat-lihat) dan ROHANA (rombongan hanya nanya), yang menggambarkan perubahan perilaku belanja masyarakat.”

 Baca Juga: Gencatan Senjata Gaza-Israel, Dunia Saksikan Kemenangan Palestina

Survei yang dilakukan Yongky juga menunjukkan bahwa tabungan rumah tangga kelas menengah-bawah makin tergerus. Banyak keluarga kini hidup dari penghasilan ke penghasilan, tanpa ruang menabung, akibat inflasi pangan dan kenaikan biaya hidup.

 

Dorongan Reformasi dan Akselerasi UMKM

 

Menurut Yongky, untuk membalikkan tren ini, perlu reformasi nyata pada sektor kemudahan berusaha. “Potong izin, sederhanakan prosedur, dan hentikan ekonomi berbiaya tinggi. Pajak dan tarif baru yang membebani konsumen sebaiknya ditunda,” ujarnya.

 

Ia menilai komunitas bisnis seperti KBC bisa menjadi motor perubahan dari bawah. “Kebijakan makro penting, tapi inisiatif dari pelaku usaha lebih menentukan. Komunitas seperti KBC bisa mempercepat penciptaan lapangan kerja baru,” tambahnya.

 Baca Juga: Edisi Terbatas, Kolaborasi Unik Honda Scoopy dengan Kuromi

Strategi Inovatif dari Pelaku Bisnis Muda

 

Forum juga menghadirkan dua pelaku usaha muda dari KBC: William Mahardhika Darlius (pemilik Yamie Panda, Fulton Villa, Astana Property) dan Robertus Bellarmino Argha Nugrahanto (Founder Enisa dan Adika Business & Legal Consultant). Keduanya berbagi pengalaman menghadapi perubahan perilaku konsumen serta pemanfaatan digital marketing dan AI dalam mengembangkan usaha.

 

Sekar menambahkan, banyak bisnis tumbang bukan karena produknya, tetapi karena gagal membaca arah perubahan pasar. “Forum seperti ini penting untuk mempertajam visi bisnis dan membangun jaringan kolaboratif,” katanya.

 

Optimisme dan Aksi Nyata

 

Meski memaparkan tantangan struktural, Yongky menutup sesinya dengan optimisme. “Masih ada sunshine after the storm. Tapi peluang itu bersyarat: kita harus bergerak cepat, berinovasi, dan memperbaiki sistem daya beli.”

 

Ia juga mendukung ajakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar generasi muda bergerak bersama menciptakan kemakmuran kolektif. “Ayo kita beri umpan balik dan kontribusi nyata,” ajaknya.

 

Acara ditutup oleh Ketua Panitia Stevan Mandagi yang mengajak seluruh alumni untuk memperkuat jaringan dan mengevaluasi kembali relevansi model bisnis masing-masing. “Ini bukan sekadar forum wacana. Mari pastikan bisnis kita selaras dengan arah masa depan,” tegasnya.

 

Melalui forum ini, Kamajaya Business Club menegaskan komitmennya menjadi wadah alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam mendorong kolaborasi lintas sektor, memperkuat kreativitas nasional, dan menciptakan solusi konkret untuk tantangan ekonomi Indonesia satu dekade ke depan.

 

Editor : Heru Pratomo
#kritis #Beyond #dekade #tomorrow #KAMAJAYA #UAJY