Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Perkuat Ketahanan Kesehatan, Pemerataan SDM dan Hilirisasi Inovasi Jadi Fokus Nasional

Bahana. • Kamis, 27 November 2025 | 19:03 WIB

Forum Diskusi Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Rabu (26/11) Sumber: Kemdiktisaintek.go.id
Forum Diskusi Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Rabu (26/11) Sumber: Kemdiktisaintek.go.id
RADAR PURWOREJO - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, hadir sebagai pembicara utama dalam Forum Diskusi Nasional yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-68 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Koeswadji, Bandung, Rabu (26/11), acara ini menghadirkan berbagai pihak dari unsur pemerintah, akademisi, profesional medis, hingga industri kesehatan.

Melansir dari Kemdiktisaintek.go.id, forum ini mengangkat tema “Peran Pendidikan Tinggi dan Inovasi Riset dalam Ketahanan Kesehatan Nasional” yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman bersama tentang arah pembangunan kesehatan Indonesia di tengah persaingan global dan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia.

Dalam pemaparannya, Fauzan menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama bagi kemandirian Indonesia di sektor kesehatan. Menurutnya, universitas harus mampu melahirkan inovasi ilmiah yang tidak hanya unggul, tetapi juga layak untuk diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi adalah motor yang mendorong lahirnya inovasi, kewirausahaan teknologi, serta sumber daya manusia unggul yang dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional,” ujar Fauzan.

Ia mengingatkan, ketergantungan terhadap produk kesehatan impor masih menjadi tantangan besar.

Namun, Fauzan juga menampilkan contoh konkret keberhasilan Indonesia dalam menghentikan impor jarum suntuk setelah adanya transfer of teknologi dan kerjasama riset dengan mitra industri medis German.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid antara riset, pendidikan, dan industri mampu menciptakan produk lokal yang kompetitif sekaligus memperkuat kedaulatan kesehatan nasional dari penjelasannya.

Sejalan dengan itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn.) Dudung Abdurrachman, menyoroti aspek lain yang tak kalah penting yaitu pemerataan tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa teknologi canggih dan inovasi medis tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa sumber daya manusia kesehatan yang merata.

“Transformasi pendidikan kedokteran harus memastikan distribusi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain secara adil, termasuk ke wilayah 3T. Peran rumah sakit pendidikan, jejaring akademik, dan model Academic Health System semakin krusial,” ujar Dudung.

Dekan FK Unpad, Yudi Mulyana Hidayat, menambahakan bahwa transformasi pendidikan kedokteran harus diarahkan agar lebih responsif terhadap kebutuhan nasional.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi penempatan dokter spesialis di daerah kekurangan, penguatan jejaring rumah sakit pendidikan, serta penerapan konsep Academic Health System untuk mempercepat inovasi dan pemerataan layanan.

Melalui forum ini, Kemdiktisaintek menegaskan kembali komitmennya untuk membangun ekosistem riset yang lebih kuat, memperluas pemerataan SDM kesehatan, serta mendorong kemandirian bangsa.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju sistem ketahanan kesehatan Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Alif Rizki Wahyu N K

Editor : Bahana.
#sdm #kesehatan