Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

OJK Bekali Siswa Literasi Keuangan sejak Dini Cegah Jerat Pinjol, Judol, hingga Masalah Rekam Jejak Finansial

Naila Nihayah • Rabu, 7 Januari 2026 | 07:35 WIB
OJK Bekali Siswa Literasi Keuangan sejak Dini Cegah Jerat Pinjol, Judol, hingga Masalah Rekam Jejak Finansial
OJK Bekali Siswa Literasi Keuangan sejak Dini Cegah Jerat Pinjol, Judol, hingga Masalah Rekam Jejak Finansial

 

MUNGKID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi keuangan sejak dini sebagai benteng generasi muda dari berbagai risiko finansial. Mulai dari pinjaman online ilegal, judi online (judol), hingga buruknya rekam jejak keuangan yang dapat berdampak pada masa depan karier.

 

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan edukasi dan literasi keuangan yang digelar di SMA Taruna Nusantara Magelang, Selasa (6/1). Kegiatan bertema Literasi Keuangan Kuat, Indonesia Hebat: Pelajar SMA Taruna Nusantara Menuju Generasi Emas 2045 itu diikuti sekitar 900 siswa dan pengajar.

 Baca Juga: Riset Kemenag 2025: Gen Z Terbukti Lebih Religius dan Terbuka pada Perbedaan

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang Mayjen TNI M Imam Gogor menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, literasi keuangan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter taruna-taruni sebagai calon pemimpin bangsa.

 

Dia menyebut, pemimpin yang baik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengelola sumber daya, satu di antaranya keuangan. "Literasi keuangan ini membentuk karakter yang mandiri, bertanggung jawab, dan matang dalam mengambil keputusan," ujarnya.

 

Dia menilai, edukasi keuangan sejalan dengan visi SMA Taruna Nusantara dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing tinggi.

 Baca Juga: Modernisasi Gula Semut, Inovasi Dosen UGM Sri Rahayoe Bawa Teknologi Kampus ke Tangan UMKM

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan, edukasi merupakan bagian tak terpisahkan dari mandat OJK sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011.

 

Saat ini, OJK mengatur dan mengawasi sekitar 4.000 pelaku usaha jasa keuangan. "Tapi tugas kami tidak berhenti di situ. Tugas yang tidak kalah penting adalah melindungi masyarakat, salah satunya melalui edukasi seperti hari ini," kata Friderica.

 

Menurut dia, banyak persoalan serius yang berawal dari minimnya pemahaman keuangan, bahkan menjerat anak-anak muda yang secara akademik berprestasi. Dia menyinggung sejumlah kasus mahasiswa di perguruan tinggi ternama yang terjerumus pinjaman online ilegal dan judol, hingga berujung pada tindakan kriminal.

 Baca Juga: Talut Longsor, Ruangan SDN Kokap Terbelah, Ruang UKS dan Dapur Ikut Ambles dan Miring 20 Derajat

Tak hanya itu, Friderica juga mengingatkan dampak jangka panjang dari perilaku keuangan yang buruk, khususnya terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Catatan kredit yang bermasalah, kata dia, bisa menjadi penghalang serius saat seseorang melamar pekerjaan.

 

Dia menyebut, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia saat ini berada di angka 66,46 persen. Artinya, masih ada sepertiga masyarakat yang belum memahami keuangan dengan baik. Karena itu, generasi muda menjadi salah satu dari sepuluh segmen prioritas OJK dalam program literasi dan inklusi keuangan nasional.

 

"Anak-anak di sini sudah terinklusi karena sudah punya rekening, kartu pembayaran, dan sebagainya. Tinggal bagaimana pemahamannya diperkuat agar penggunaannya bertanggung jawab," paparnya.

 Baca Juga: Ada 13 Rumah Sakit di Kabupaten Bantul, tapi Baru Dua RS yang Terapkan KRIS BPJS Kesehatan

Melalui kegiatan ini, Friderica berharap  para siswa tidak hanya mampu mengelola keuangan pribadi dengan baik, tetapi juga berperan sebagai duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing. "Literasi keuangan adalah bekal penting untuk masa depan yang lebih aman dan sejahtera," imbuhnya.

 

Di satu sisi, Friderica memastikan, program literasi dan inklusi keuangan akan terus diperluas ke berbagai daerah dan segmen masyarakat. Hal itu sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang cerdas secara finansial dan terlindungi. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#SLIK #Friderica Widyasari Dewi #pinjol #Magelang #literasi keuangan #sma taruna nusantara #OJK