Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Indonesia Masuk 10 Besar Kasus Diabetes Dunia, Psikolog UGM Tawarkan Terapi Pendamping Penyakit Kronis

Heru Pratomo • Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:30 WIB

Martaria Rizky Rinaldi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mahasiswa program doktoral Fakultas Psikologi UGM
Martaria Rizky Rinaldi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mahasiswa program doktoral Fakultas Psikologi UGM

 

YOGYAKARTA – Diabetes Melitus (DM) kini menjadi ancaman serius bagi semua kalangan usia, mengingat Indonesia telah masuk dalam 10 besar negara dengan kasus diabetes tertinggi di dunia. Menghadapi penyakit kronis ini, pasien tidak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan psikologis jangka panjang.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Martaria Rizky Rinaldi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mahasiswa program doktoral Fakultas Psikologi UGM, mengembangkan inovasi bernama Hypnodiacare. Hal tersebut dipaparkannya dalam ujian terbuka doktor di Fakultas Psikologi UGM, Rabu (14/1).

Baca Juga: Kendaraan Listrik Menjamur, Samsat Kebumen Sebut Berdampak pada Penurunan Pendapatan Daerah

Menyasar Aspek Emosi yang Terlupakan Menurut Kiky—sapaan akrabnya—pasien DM Tipe 2 sering mengalami kelelahan emosional, stres, dan kecemasan akibat manajemen diri yang sangat ketat.

"Selama ini penanganan diabetes lebih banyak fokus pada edukasi manajemen diri secara kognitif, namun belum menyasar aspek psikologis atau emosi secara mendalam," jelas Kiky.

Apa itu Hypnodiacare? Hypnodiacare merupakan model intervensi terintegrasi yang menggabungkan dua aspek utama:

Baca Juga: Masih Banyak PR Pendidikan, Wamen Dikdasmen: Pemerintah Targetkan 150 Ribu Guru Raih Beasiswa S1 dan Revitalisasi 60 Ribu Sekolah

  1. Edukasi Manajemen Diri: Pengetahuan praktis mengenai diet, konsumsi obat, dan aktivitas fisik.

  2. Hipnosis Klinis (Clinical Hypnosis): Teknik relaksasi dan sugesti untuk menata ulang masalah emosi dan meningkatkan motivasi kesembuhan.

Dampak Nyata: Mental Tenang, Jantung Lebih Sehat Penelitian Kiky menunjukkan hasil yang signifikan baik secara psikologis maupun fisik (psikofisiologis). Secara mental, pasien merasa lebih tenang, emosi stabil, dan motivasi untuk hidup sehat meningkat tajam.

Baca Juga: Rasakan Manfaat! Sekitar 70 persen RT di Bantul Sudah Gunakan Fasilitas Pembayaran Tagihan Listrik Gratis dari Pemkab

"Secara fisik, terjadi perubahan nyata pada gelombang otak—baik alpha, beta, maupun theta—yang menandakan relaksasi dalam. Selain itu, terlihat adanya perbaikan pada regulasi jantung pasien," ungkapnya.

Kiky menyimpulkan bahwa Hypnodiacare terbukti efektif sebagai terapi pendamping pengobatan medis. Inovasi ini menawarkan model intervensi baru yang membantu pasien mengelola penyakitnya dengan lebih baik dan berkelanjutan.

Editor : Heru Pratomo
#Fakultas Psikologi UGM #diabetes melitus #psikolog #DM #penyakit kronis