Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Kolaborasi UGM dan OIKN: Siapkan Birokrat Melek Big Data dan Arsitektur Hijau untuk IKN

Heru Pratomo • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:01 WIB

IKN
IKN

 

YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) resmi meluluskan 39 ahli smart forest city. Para lulusan tersebut merupakan pegawai OIKN yang telah berhasil menyelesaikan Program Pelatihan Khusus Otorita IKN x UGM Online.

Program intensif yang berlangsung melalui platform UGM Online sejak November hingga Desember 2025 ini bertujuan mencetak SDM berkualitas guna mendukung pembangunan IKN sebagai ibu kota masa depan RI. Tercatat, 39 peserta yang lulus berasal dari sembilan unit kerja strategis, termasuk Deputi Transformasi Hijau dan Digital, serta Unit Hukum dan Kepatuhan.

Baca Juga: Sering Berpikiran untuk Melakukan Bunuh Diri? Ini Hukum Bunuh Diri dalam Islam

Penasihat Senior OIKN di bidang Enterprise Architecture, Daniel Oscar Baskoro, mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi para peserta. "Data laporan menunjukkan tingkat penyelesaian rata-rata melampaui 80 persen. Angka ini merefleksikan dedikasi tinggi para birokrat IKN dalam menyerap ilmu baru," ujar Daniel, Rabu (21/1).

Daniel menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus pada "kurikulum masa depan untuk kota masa depan". Alih-alih materi birokrasi standar, peserta dibekali tujuh modul krusial yang menjadi DNA Nusantara: Arsitektur Hijau, Perubahan Iklim, Antropologi Ekologi, Dinamika Penduduk, Big Data, Digital Government, dan Technopreneurship.

Baca Juga: Seru! 154 Pelari Taklukkan Rute Indah Pulau Rao dalam Rao Run 5K Garapan KKN UGM di Maluku Utara

Modul Arsitektur Hijau menjadi favorit utama dengan tingkat penyelesaian mencapai 89,74 persen. Hal ini menunjukkan komitmen OIKN terhadap standar bangunan berkelanjutan demi mewujudkan visi Net Zero Emission. Selain itu, modul Antropologi Ekologi memberikan perspektif humanis agar pembangunan fisik IKN tetap menghormati harmoni sosial dan lingkungan lokal.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyambut baik keberhasilan program ini sebagai manifestasi kolaborasi Triple Helix antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, UGM memposisikan diri sebagai mitra strategis pembangunan IKN.

Baca Juga: Ada Posbankum, Warga Kelurahan dan Kalurahan se-DIY Dapat Layanan Hukum Gratis

"Hal ini diperkuat dengan keberadaan Hutan Pendidikan Wanagama Nusantara seluas 621 hektare di kawasan IKN yang berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi riset keberlanjutan," tutur Prof. Ova.

Ia menegaskan, UGM berkomitmen penuh membangun IKN melalui pengembangan kapasitas SDM berbasis riset. "Kita tidak hanya membangun IKN dengan beton dan baja, tetapi dengan gagasan dan nilai keberlanjutan. SDM yang gigih mempelajari big data hingga antropologi ekologi adalah modal utama menjadikan Nusantara sebagai jendela dunia tropis," tambahnya.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Usulkan Revitalisasi SDN Kokap ke Kemendikdasmen, Kepsek Sebut Sudah Ada Peninjauan

Sementara itu, Direktur Direktorat Kajian Inovasi Akademik (DKIA) UGM, Dr. Hatma Suryoatmojo, menambahkan bahwa aspek transformasi digital menjadi poin krusial. Peserta dilatih menggunakan analisis data preskriptif dalam pengambilan keputusan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang cerdas dan transparan.

Ke depan, kolaborasi OIKN dan UGM akan terus diperluas melalui riset lapangan terpadu di Wanagama Nusantara guna memastikan setiap kebijakan di IKN memiliki landasan akademis yang kokoh.

Editor : Heru Pratomo
#Arsitektur hijau #IKN #UGM #ibu kota masa depan #OIKN #kagama #smart forest city