Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Antisipasi Kecurangan, UTBK 2026 di UGM Gunakan Sistem Operasi Linux Berbasis USB

Heru Pratomo • Selasa, 21 April 2026 | 22:19 WIB
UTBK-SNBT di UGM
UTBK-SNBT di UGM

 

 

YOGYAKARTA – Sebanyak 15.789 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Pusat UTBK Universitas Gadjah Mada (UGM). Untuk mendukung kelancaran ujian yang berlangsung pada 21-27 April ini, UGM telah menyiapkan infrastruktur teknologi informasi (TI) secara menyeluruh guna menjamin stabilitas sistem dan mencegah kecurangan.

Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM., menyampaikan bahwa persiapan mencakup kesiapan jaringan internet, perangkat komputer, hingga sistem server di 14 titik lokasi yang tersebar di berbagai fakultas.

Skema Dual ISP dan Jalur Ganda Fiber Optik

Untuk menjaga keandalan koneksi, UGM menggunakan skema dual ISP dengan menggandeng dua penyedia layanan, yakni Telkom dan Indosat. Skema ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan.

Baca Juga: Disopiri sang Anak, Truk Tabrak Pohon Akasia di Depan Gapura SMKN 2 Wonogiri, Ayah Tewas di TKP

"Kami menyiapkan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung," ujar Ridi, Minggu (19/4).

Selain itu, konektivitas antar-lokasi diperkuat melalui jaringan fiber optik jalur ganda yang menghubungkan pusat data dengan seluruh lokasi ujian. Kecepatan jaringan yang disediakan berkisar antara 1 hingga 10 Gbps untuk memastikan lalu lintas data tetap lancar di setiap unit.

Penambahan Perangkat dan Uji Beban Server

Pada pelaksanaan tahun ini, UGM menyediakan 1.452 unit komputer yang tersebar di 44 ruang ujian. Jumlah ini meningkat 80 unit dibandingkan tahun lalu. Dari sisi sistem, UGM mengoperasikan empat unit server yang telah melalui tahapan uji beban nasional pada awal April lalu.

Baca Juga: Strategi GoZero% Telkom: Dorong Inklusi dan Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Teknologi

Sistem ini juga dilengkapi mekanisme failover. "Jika ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian tanpa hambatan," jelas Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Perangkat Lunak tersebut.

Mitigasi Gangguan dan Sistem Operasi Khusus

Untuk mengantisipasi gangguan eksternal, UGM telah berkoordinasi dengan PLN guna memastikan stabilitas pasokan listrik. Sementara dari sisi keamanan siber, UTBK tahun ini menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui media USB.

Sistem ini dirancang dalam lingkungan tertutup tanpa pembaruan otomatis atau aplikasi latar belakang. Hal ini bertujuan untuk menutup celah penggunaan perangkat lunak jarak jauh (remote desktop) yang kerap digunakan untuk berbuat curang.

Baca Juga: Disopiri sang Anak, Truk Tabrak Pohon Akasia di Depan Gapura SMKN 2 Wonogiri, Ayah Tewas di TKP

"Lingkungan sistem yang tertutup membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar," tegas Ridi.

Perubahan Mekanisme Penentuan Lokasi

Ridi menambahkan, terdapat penyesuaian mekanisme penentuan lokasi ujian tahun ini. Peserta tidak lagi memilih langsung Pusat UTBK, melainkan hanya memilih kota lokasi ujian. Panitia pusat kemudian menentukan lokasi ujian secara acak, baik di UGM, UNY, UPN, maupun ISI Yogyakarta.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan dan menekan potensi kecurangan yang terorganisasi. "Dengan sistem penempatan yang lebih terkontrol, kami ingin memastikan proses seleksi berjalan adil bagi semua peserta," pungkasnya.

Editor : Heru Pratomo
#ujian tulis #linux #usb #UGM #UTBK SNBT