SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kembali membuktikan taringnya sebagai salah satu kiblat pendidikan tinggi paling diburu di tanah air. Pada jalur seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT) tahun 2026 ini, UNS sukses mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah peminat terbanyak kedua di Indonesia, setelah diserbu oleh 91.611 pendaftar.
Dari puluhan ribu petarung akademis itu, UNS akhirnya resmi meloloskan 3.624 mahasiswa baru (maba).
Kepala Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS Sutarno merinci, kuota yang lolos terbagi menjadi tiga klaster program studi (prodi).
Rinciannya, 2.961 mahasiswa program sarjana (S1), 363 mahasiswa sarjana terapan (D4), dan 300 mahasiswa program diploma tiga (D3).
“Pada jalur SNBT kali ini, kami membuka keran untuk 75 program studi sarjana, 12 prodi sarjana terapan, dan 11 prodi diploma tiga. Imbas dari membeludaknya peminat, tingkat keketatan seleksi jalur SNBT di UNS secara akumulatif menyentuh angka yang sangat kompetitif, yakni 3,96 persen,” ungkap Sutarno, Kamis (28/5).
Menariknya, peta persaingan paling berdarah-darah justru tidak hanya terjadi di program sarjana konvensional, melainkan bergeser ke ranah vokasi.
Beberapa prodi vokasi UNS bahkan sukses merangsek ke jajaran prodi dengan tingkat rivalitas tertinggi di skala nasional.
Sebut saja prodi D4 keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang berhasil menduduki urutan pertama nasional untuk tingkat keketatan, disusul D4 keperawatan anestesiologi yang bertengger di peringkat keenam nasional.
Jika dibedah di internal kampus, rumpun Vokasi dengan persentase kelolosan paling tipis (paling ketat) dipimpin oleh D4 keperawatan anestesiologi dengan angka keketatan ekstrem 0,48 persen. Diikuti oleh D4 manajemen bisnis 0,51 persen dan D3 farmasi 0,64 persen.
Sementara untuk kelompok sarjana (S1) saintek dan soshum, peta keketatannya adalah bisnis digital 2,57 persen, ilmu komunikasi 2,95 persen, dan manajemen 3,14 persen.
Sutarno mengimbau dengan sangat agar para peserta yang telah dinyatakan lolos jatah kursi SNBT, segera melakukan proses registrasi ulang secara online melalui laman resmi SPMB UNS, sesuai lini masa yang ditetapkan agar hak kelolosannya tidak hangus.
Namun, bagi puluhan ribu pendaftar yang belum beruntung di jalur tes nasional ini, UNS masih memberikan "napas kedua". Pihak kampus masih membuka gerbang pendaftaran Seleksi Mandiri (SM) UNS hingga batas akhir pada 2 Juni mendatang.
“Seleksi mandiri UNS kami buka melalui beberapa skema yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari jalur reguler yang menggunakan nilai Ujian Tulis UNS maupun nilai UTBK SNPMB, jalur afirmasi, hingga jalur kemitraan,” pungkas Sutarno.
Sebagai informasi tambahan bagi para pemburu peruntungan di jalur mandiri, UNS juga memperkenalkan sejumlah prodi baru yang prospektif pada tahun ini.
Di antaranya S1 bahasa dan kebudayaan Jepang, S1 ekonomi dan keuangan Islam, D4 perpustakaan dan informasi, D4 teknologi rekayasa pangan, serta D4 teknologi informasi dan kecerdasan artifisial (AI). (alf/bun/laz)
Sumber: Radar Solo
Editor : Heru PratomoSumber : Radar Purworejo