Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 Digelar di UNY, Dorong Kolaborasi Transformasi Pendidikan

Fahmi Fahriza • Kamis, 2 Juli 2026 | 05:50 WIB

 

Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 Digelar di UNY, Dorong Kolaborasi Transformasi Pendidikan
Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 Digelar di UNY, Dorong Kolaborasi Transformasi Pendidikan

 

 

SLEMAN - Puluhan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, pada Rabu dan Kamis (1-2/7). 

 

Forum nasional yang diselenggarakan atas inisiatif Lingkar Daerah Belajar (LDB) berkolaborasi dengan Pemkab Sleman ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat transformasi pendidikan berbasis daerah.

 

Mengusung tema, ‘Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada’, konferensi selama dua hari itu mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga media untuk bertukar praktik baik sekaligus merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

 Baca Juga: Kepala Desa di Kebumen Ikut kelimpungan Urus SPMB, Banyak Keluhan dari Warga karena Aturan Desil

Dewan Penasihat LDB sekaligus pendiri Sekolah Cikal yakni Najelaa Shihab menilai, transformasi pendidikan hanya dapat terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan membangun kolaborasi lintas sektor secara konsisten.

 "Sejak awal, komitmen LDB itu membangun kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah, karena pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi masyarakat yang berdaya dan sejahtera," ujarnya saat pembukaan, Rabu (1/7).

 

Menurut Najelaa, tantangan terbesar dalam pendidikan bukan hanya memperluas akses sekolah, melainkan mengubah cara pandang seluruh pihak terhadap anak sebagai subjek utama dalam proses belajar.

Baca Juga: Ubah Kawasan Padat Jadi Rindang, KWT Srikandi Sukses Kembangkan Urban Farming di Mrican Sleman

 "Ketika kita bicara tentang pendidikan yang berpihak pada anak, kita tidak hanya bicara soal melakukan sesuatu untuk anak, tapi menjalani perjalanan pendidikan bersama anak," jelasnya.

 

Ia juga menilai keberhasilan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan tidak selalu ditentukan besarnya anggaran. Konsistensi menggunakan data dalam menyusun kebijakan justru menjadi faktor yang lebih menentukan.

"Kesuksesan pendidikan bukan semata karena anggarannya besar, tetapi karena penggunaan data yang dilakukan secara konsisten dalam setiap pengambilan kebijakan," pesannya.

 Baca Juga: Masyarakat Takut Didata Pajak, Wabup Purworejo Luruskan Isu Sensus Ekonomi 2026

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, pembangunan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah maupun pemerintah semata. Keberhasilan pendidikan bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

Menurut dia, membangun ekosistem pendidikan untuk masyarakat Sembada bukan sekadar tema, tetapi punya makna mendalam. “Pendidikan butuh keterlibatan seluruh pihak karena keberhasilan pendidikan itu hasil dari kerja bersama," katanya.

 

Harda menuturkan, Pemkab Sleman juga terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Mulai dari menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak, pemberian beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, hingga peningkatan budaya literasi.

 

Salah satu program yang terus diperkuat adalah Sleman Pintar yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan secara merata. "Bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Sleman kami jalankan dengan visi satu keluarga miskin, satu sarjana," ujarnya.

 

Editor : Heru Pratomo
#konferensi pendidikan indonesia #lingkar daerah belajar #Harda Kiswaya #UNY #Pemkab Sleman