Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Amankan Masa Depan Energi Nuklir Indonesia, Mahasiswa UGM Jadi Panelis Termuda di Forum IAEA Wina

Heru Pratomo • Selasa, 14 Juli 2026 | 22:22 WIB
Ilustrasi nuklir
Ilustrasi nuklir

 

YOGYAKARTA – Pentingnya memastikan keamanan nuklir demi terwujudnya energi bersih yang berkelanjutan menjadi sorotan utama dalam forum internasional International Conference on Computer Security in the Nuclear World: Securing the Future 2026 (CyberCon26) di Wina, Austria. Mahasiswa Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM), Marchelino Chrisrichy Cosmo Hutama, tampil sebagai panelis termuda untuk mengusung isu vital mengenai keamanan siber sebagai fondasi krusial bagi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di masa depan.

Dalam forum yang diselenggarakan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada 11-15 Mei 2026 tersebut, Marchelino mempresentasikan riset bertajuk “Regulatory Frameworks Technical Session: Practical use of international standards and guidance to enhance computer security”.

Penelitian ini membedah bagaimana standardisasi keamanan komputer harus diperkuat agar masyarakat dapat merasakan manfaat penuh energi nuklir tanpa rasa takut akan ancaman siber.

Baca Juga: BOS dan TPG Terancam Tak Cair, SD Negeri Pendem Pengasih Tak Miliki Siswa Baru

"Energi nuklir adalah solusi masa depan yang krusial untuk transisi energi. Namun, potensinya harus didukung oleh kerangka regulasi yang kuat guna melindungi aset vital PLTN dari ancaman siber, sehingga energi nuklir tetap aman dan handal bagi Indonesia," ujar Marchelino, Selasa (2/6/2026).

Marchelino menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengoperasian reaktor nuklir riset dan kini tengah bersiap mengoperasikan PLTN komersial pertamanya pada 2032. Menurutnya, pemanfaatan nuklir sebagai sumber energi besar harus diikuti dengan kesiapan sistem keamanan digital yang mumpuni.

"Penelitian ini merupakan upaya merumuskan rekomendasi strategis agar kita siap menghadapi tantangan keamanan komputer di sektor nuklir. Saya ingin memastikan bahwa saat PLTN hadir di Indonesia, kita sudah memiliki ekosistem keamanan yang matang dan berstandar internasional," tambahnya.

Baca Juga: Waduh! Nama Gus Miftah Muncul di Sidang Dugaan Suap Bupati Pati Nonaktif Sudewo, Diduga Terima Aliran Proyek DJKA Rp 100 Juta

Presentasi visioner Marchelino ini menuai apresiasi dari para ahli nuklir dunia. Technical Officer IAEA, Yannick Reboul, menegaskan bahwa sinergi antara otoritas dan operator nuklir, yang didukung oleh penelitian berbasis regulasi, adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem energi nuklir global.

Senada dengan itu, Abraham Parbhunath, pakar dari Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR) Uni Emirat Arab, menilai bahwa kontribusi mahasiswa dalam memperkuat infrastruktur keamanan adalah awal yang sangat baik bagi negara-negara yang baru merintis program energi nuklir. "Penelitian ini krusial untuk memastikan bahwa nuklir tetap menjadi pilihan energi yang aman dan terpercaya," ungkapnya.

Bagi Marchelino, keterlibatannya dalam forum internasional ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah misi untuk membuka wawasan bahwa nuklir memiliki peran vital bagi masa depan bangsa.

Baca Juga: Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku

"Saya berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan nuklir di Indonesia, sehingga manfaat energi yang besar ini dapat dirasakan masyarakat secara luas dengan jaminan keamanan dan keselamatan yang optimal," pungkasnya.

Konferensi CyberCon26 sendiri merupakan forum global strategis yang mempertemukan pemerintah, pakar, dan operator nuklir untuk memastikan teknologi nuklir tetap menjadi pilar keamanan energi dunia yang tangguh menghadapi ancaman siber di masa depan.

Editor : Heru Pratomo
nuklir wina austria keamanan nuklir panelis mahasiswa UGM