Mahasiswa KKN UNTIDAR Perkuat Daya Saing UMKM Pantai Baru di Tengah Transformasi Ekonomi Digital

Mayang Triastiti Artamefia • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 12:00 WIB
(Foto) Penyelenggaraan kegiatan Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pantai Baru, Kabupaten Bantul oleh mahasiswa KKN UNTIDAR, Jum’at (17/7/2026) (Dok. Narasumber)
(Foto) Penyelenggaraan kegiatan Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pantai Baru, Kabupaten Bantul oleh mahasiswa KKN UNTIDAR, Jum’at (17/7/2026) (Dok. Narasumber)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar Magelang (UNTIDAR) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Pantai Baru, Kabupaten Bantul, pada Jumat (17/7/26).

Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan daya saing UMKM melalui penguatan strategi branding, pemahaman perhitungan Harga Pokok Penjualan  (HPP), serta edukasi dan aktivasi pembayaran digital menggunakan QRIS.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelaku UMKM yang beroperasi di kawasan wisata Pantai Baru. Program ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk menjawab tantangan UMKM dalam meningkatkan nilai produk, menentukan harga jual secara tepat, serta beradaptasi dengan perkembangan transaksi digital.

“Pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari temuan di lapangan yang menunjukkan masih adanya pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan dalam mengembangkan usaha, mulai dari penguatan citra produk, pengelolaan biaya, hingga adaptasi terhadap sistem transaksi digital” ujar Alya Ayu Lestari, Ketua KKN Padukuhan Ngentak

Materi branding disampaikan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNTIDAR yang memberikan pendampingan mengenai pentingnya membangun identitas usaha, menciptakan citra merek yang kuat, serta strategi promosi agar produk lebih dikenal oleh wisatawan. Sementara itu, mahasiswa Program Studi Agribisnis UNTIDAR memberikan sosialisasi mengenai cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) agar pelaku UMKM mampu menentukan harga jual yang kompetitif sekaligus memperoleh keuntungan yang optimal.

Baca Juga: Mengenal Geblek, Kudapan Sederhana yang Jadi Identitas Kulon Progo

Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi UMKM, kegiatan ini juga menggandeng Bank BRI Cabang Bantul untuk memberikan edukasi mengenai sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain penyampaian materi, tim dari Bank BRI turut membantu pelaku UMKM melakukan aktivasi QRIS sehingga mereka dapat langsung menerima pembayaran non-tunai dari pelanggan.

Melalui kolaborasi antara KKN UNTIDAR dengan sektor perbankan, diharapkan pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing usahanya sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan.

“Program ini sangat tepat karena menjawab kebutuhan pelaku UMKM saat ini. Kami berharap pendampingan seperti ini mampu mendorong UMKM Pantai Baru semakin berkembang, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi kawasan wisata."  ujar Suwandi, Kepala Kelompok Sadar Wisata Pantai Baru.

Sebagai luaran dari program tersebut, mahasiswa KKN UNTIDAR menyerahkan banner kepada pihak Pantai Baru sebagai media informasi dan promosi kawasan. Pemasangan banner ini diharapkan mampu menambah estetika area wisata sekaligus memperkuat nilai merek (brand value) Pantai Baru sehingga memberikan kesan yang lebih profesional dan menarik bagi wisatawan.

“Pendampingan dari mahasiswa KKN UNTIDAR membuka wawasan baru bagi kami dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Kami jadi lebih memahami pentingnya tampilan usaha, pengelolaan harga, hingga mengikuti perkembangan transaksi digital. “ ujar Sri Rejeki, salah satu pelaku UMKM Pantai Baru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNTIDAR berharap pelaku UMKM di Pantai Baru semakin siap menghadapi persaingan usaha di era digital. Penguatan branding, pemahaman mengenai HPP, serta pemanfaatan QRIS diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha dan mendukung perkembangan sektor pariwisata berbasis ekonomi lokal.

Editor : Bahana.
KKN Mahasiswa Untidar Untidar