Tak Daftar Ulang, 277 Kursi Kosong di Untidar Magelang Diperebutkan Kembali oleh 566 Peserta

Naila Nihayah • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 22:33 WIB

 

Para peserta SM-ODS Untidar mengerjakan ujian di Kampus Sidotopo, Senin (20/7).
Para peserta SM-ODS Untidar mengerjakan ujian di Kampus Sidotopo, Senin (20/7).

 

 

MAGELANG - Sebanyak 277 kursi mahasiswa baru di Universitas Tidar (Untidar) masih kosong. Karena itu, Untidar memberikan kesempatan terakhir kepada para calon mahasiswa baru untuk mengikuti Seleksi Mandiri One Day Service (SM-ODS), 20-21 Juli 2026.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Untidar, Prof Suyitno mengutarakan, total daya tampung mahasiswa baru tahun ini mencapai 4.220 kursi. Ribuan kursi itu tersebar melalui tiga jalur utama, yakni SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri.

Namun hingga tahap akhir, jumlah calon mahasiswa yang sudah memperoleh nomor induk mahasiswa (NIM) baru mencapai 3.942 orang. Itu berarti masih ada sekitar 6,56 persen atau 277 kursi yang belum terisi.

Baca Juga: Kinerja Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Sektor Pangan Diapresiasi Menteri Pertanian, Bakal Gelontor 7 Ribu Pompa Air 

"Ini yang kemudian kami buka melalui jalur SM-ODS," ujar Suyitno di Gedung Rektorat, Senin (20/7).

Ratusan kursi kosong tersebut tersebar di 29 program studi (prodi) dengan tingkat ketersediaan yang bervariasi. Prodi dengan sisa kursi terbanyak berada pada D3 Akuntansi sebanyak 24 kursi, sementara yang paling sedikit terdapat pada S1 Teknologi Informasi yang hanya menyisakan satu kursi.

Kekosongan kursi tersebut mayoritas berasal dari peserta yang tidak melakukan daftar ulang pada jalur seleksi sebelumnya. "Ini jalur terakhir. Kalau memang nanti masih ada kursi yang tidak terisi, maka akan tetap kami biarkan kosong," tegasnya.

Baca Juga: Masuk Puncak Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Bediding Lebih Dingin

Pelaksanaan SM-ODS, lanjut Suyitno, dirancang dalam format cepat, yang mana peserta dapat mengikuti tes dan memperoleh hasil dalam waktu singkat. Untidar masih membuka pendaftaran hingga Selasa (21/7) pukul 11.30.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana SMUT 2026, Sigit Mujiarto menuturkan, sistem seleksi menggunakan computer assisted test (CAT) yang dilaksanakan di kawasan Sidotopo. Materi ujian terdiri dari tiga komponen utama, yakni tes skolastik, penalaran matematika, serta penalaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, dengan total 77 butir soal.

Untuk mengikuti seleksi ini, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu. "Seluruh tes dilakukan berbasis komputer untuk memastikan objektivitas dan transparansi hasil," jelas Sigit. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
Unitidar daftar ulang kursi kosong jalur mandiri Magelang