Prestasi Ibrahim Al Abrar, talenta muda asal Boyolali yang berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan (security vulnerability) pada sistem NASA, kembali menuai apresiasi.
Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD) memberikan beasiswa penuh sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kemampuan Ibrahim di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pemberian beasiswa tersebut diumumkan PLAI BMD setelah jajaran kampus mengunjungi kediaman Ibrahim pada Selasa (28/7). Dalam unggahan resminya, PLAI BMD menyebut beasiswa itu merupakan bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih Ibrahim sekaligus dorongan agar potensinya di bidang teknologi terus berkembang.
Beasiswa tersebut akan digunakan ketika Ibrahim memasuki jenjang perguruan tinggi pada 2033.
Baca Juga: Ibrahim Al Abrar Raih Pengakuan NASA, Pemprov Jateng Berikan Laptop dan Dukungan Pendidikan
Melalui program itu, PLAI BMD akan menanggung biaya pendidikan Ibrahim hingga lulus di program studi Artificial Intelligence.
Menurut PLAI BMD, dukungan tersebut diberikan sebagai upaya mendorong lahirnya lebih banyak talenta digital Indonesia.
Kampus itu juga berharap Ibrahim dapat terus mengembangkan kemampuannya dan menjadi salah satu generasi yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi, khususnya di bidang AI dan keamanan siber.
Apresiasi yang diterima Ibrahim menjadi bukti bahwa prestasi di bidang teknologi dapat diraih sejak usia muda. Keberhasilannya menemukan kerentanan keamanan pada sistem NASA sebelumnya telah menarik perhatian publik dan menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia di bidang keamanan siber.
Melalui pemberian beasiswa ini, PLAI BMD berharap langkah tersebut dapat memotivasi lebih banyak pelajar untuk terus belajar, berinovasi, serta mengembangkan kemampuan di bidang teknologi digital yang semakin dibutuhkan di masa depan.