Didorong ke Kancah Global, Peraih Nobel Kailash Satyarthi Sebut KKN UGM Solusi Konkret Kemanusiaan

Heru Pratomo • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:50 WIB
Hadiri UGM Annual Lecture, Kailash Satyarthi Tekankan Pentingnya Compassion dan Prinsip 3D untuk Perubahan Global
Hadiri UGM Annual Lecture, Kailash Satyarthi Tekankan Pentingnya Compassion dan Prinsip 3D untuk Perubahan Global

 

YOGYAKARTA – Peraih Nobel Perdamaian 2014, Kailash Satyarthi, menilai berbagai persoalan global seperti keterpecahan, ketimpangan, dan ketidakadilan tidak dapat diselesaikan hanya dengan teori maupun data. Menurutnya, dibutuhkan tindakan nyata berlandaskan kepedulian (compassion) dan kemitraan yang setara untuk membawa perubahan.

Hal tersebut disampaikannya dalam agenda UGM Annual Lecture Nobel Laureate Series bertajuk “Global Leadership for Humanity: Advancing Impactful Community Engagement” di Balai Senat UGM, Jumat (21/8/2026).

Secara khusus, Kailash memberikan apresiasi tinggi terhadap program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM. Ia menyebut program tersebut sebagai "cahaya" di tengah kegelapan persoalan dunia karena menempatkan mahasiswa dan masyarakat sebagai mitra yang saling belajar, bukan menggurui.

Baca Juga: Desil Di-Update Tiga Bulan Sekali, Kenaikan Bisa karena Kepemilikan Rumah hingga Pendapatan

"Mahasiswa tidak datang sebagai akademisi yang merasa paling tahu, tetapi belajar bersama masyarakat. KKN UGM ini perlu dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari dan diterapkan secara global," ujar aktivis hak anak asal India tersebut.

Kailash juga menekankan prinsip 3D (Dream, Discover, Do) serta konsep compassion sebagai penggerak aksi. Baginya, empati saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah sistemik seperti kemiskinan dan diskriminasi. Compassion adalah kekuatan aktif yang mendorong seseorang mengambil tindakan secara berkelanjutan.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menjelaskan bahwa KKN-PPM merupakan mekanisme yang menerjunkan mahasiswa secara langsung untuk menangani persoalan nyata, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, hingga penanganan pascabencana melalui KKN Peduli Bencana.

Baca Juga: Profil Rektor Unsoed Akhmad Sodiq yang Diamankan dalam OTT KPK: Lulusan Jerman dan Lima Kali Raih Pe

"Ada tiga dasar kemanusiaan dalam KKN UGM: kehadiran di lokasi yang membutuhkan, responsivitas dalam penanganan masalah, dan keberlanjutan pemulihan masyarakat," jelas Ova.

Dukungan terhadap peran strategis KKN juga disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno dan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia Prof. Todung Mulya Lubis. Arif menegaskan bahwa pengalaman KKN mengajarkan kerendahan hati dan pemahaman lapangan yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kuliah formal.

Sementara dari sisi dampak sosio-ekonomi, Founder Mayapada Dato’ Sri Prof. Dr. Tahir menambahkan bahwa perguruan tinggi memegang peran kunci dalam mewujudkan keadilan sosial. Menurutnya, pendidikan adalah sarana utama untuk meningkatkan kualitas hidup, pendapatan, serta status sosial masyarakat.

Editor : Heru Pratomo
peraih nobel Kailash Satyarthi KKN Peduli Bencana Ova Emilia KKN UGM