Sebanyak 522 peserta dari jenjang SD hingga SMA/sederajat berkumpul di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (5/9). Bukan untuk sekadar berkompetisi, mereka datang membawa rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan semangat belajar melalui Kontes Roket Air Taman Pintar 2026.
Mereka ambil bagian dalam kontes yang diselenggarakan Taman Pintar di bawah UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja tersebut. Mereka berasal dari 71 sekolah di DIJ dan Jawa Tengah.
“Jogja sebagai kota pendidikan dan kota budaya berupaya membangun atmosfer yang kondusif bagaimana anak-anak kita dapat tumbuh berkembang menjadi anak-anak yang berkualitas,” ujar Sekretaris Daerah Kota Jogja, Budi Santosa Asrori.
Baca Juga: 7 Fakta Ikan Lisong yang Dijual cuma Rp 10 Ribu dapat Tiga Ekor di Pantai Baron
Budi menilai pengalaman mengikuti kegiatan di luar pembelajaran formal juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Kontes Roket Air, menurutnya, dapat menjadi pengalaman yang dikenang para peserta hingga mereka dewasa.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan. Menang atau kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Hal terpenting adalah keberanian untuk mencoba dan memberikan kemampuan terbaik.
“Yang penting kalian sudah berupaya, berprestasi, menunjukkan upaya yang optimal,” katanya.
Baca Juga: Bawaslu Kota Jogja dan GPM Inisiasi Kampung Anti-Politik Uang
Lebih dari sekadar melatih pengetahuan, kegiatan tersebut juga mengasah kemampuan psikomotorik dan karakter peserta. Terlebih, peserta mengikuti lomba secara berkelompok sehingga membutuhkan kerja sama dan gotong royong.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti mengatakan pendidikan merupakan bagian penting dari pengembangan kebudayaan. Pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga menanamkan karakter, kreativitas, rasa ingin tahu, kedisiplinan, gotong royong, serta penghargaan terhadap sebuah proses.
“Proses pendidikan juga dapat dilaksanakan dan tumbuh melalui sebuah pengalaman, praktik, kreativitas, serta kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba dan menemukan sesuatu secara langsung,” jelasnya.
Baca Juga: Imbas Gempa M 5,4 Cilacap, Perjalanan 21 KA Sempat Dihentikan Sementara oleh Daop 5 Purwokerto
Menurut Yetti, pendekatan pembelajaran yang mempertemukan pelajar dengan sains melalui pengalaman yang menyenangkan perlu terus dikembangkan. Hal itu menjadi salah satu semangat Taman Pintar dalam menghadirkan berbagai kegiatan edukatif sekaligus rekreatif bagi generasi muda.
Kontes Roket Air Taman Pintar menjadi salah satu kegiatan tahunan yang konsisten digelar. Pada 2026, kegiatan tersebut memasuki penyelenggaraan ke-15 sejak pertama kali dilaksanakan pada 2010. Antusiasme peserta tahun ini juga meningkat.
Kuota peserta bertambah hingga mencapai 522 pelajar dari 71 sekolah di DIJ dan Jawa Tengah. Taman Pintar turut menggandeng Komunitas Pecinta Roket Air di Jogja dalam pelaksanaan kontes tersebut.
Baca Juga: DPR RI Segera Menggelar Rapat Gabungan Pembahasan Desil, Nilai Desil 6-7 Masih Layak Dibantu
Yetti menilai tingginya partisipasi tersebut menunjukkan minat generasi muda terhadap sains dan teknologi masih besar. Karena itu, ruang bagi anak-anak untuk bereksperimen dan belajar melalui praktik perlu terus diberikan.
Menariknya, sebagian peserta mengikuti kontes bukan semata-mata karena ingin menjadi juara. Salah satunya Alisa Zahira Ramadhina, siswi kelas VIII SMP Negeri 15 Jogja. Ia mengaku mengikuti Kontes Roket Air untuk mencari pengalaman baru.“Cari pengalaman aja,” ujar Alisa.
Meski mengaku belum terlalu mendalami bidang sains, Alisa cukup tertarik dengan kegiatan yang berkaitan dengan sains dan teknologi.
Baca Juga: Imbas Gempa M 5,4 Cilacap, Perjalanan 21 KA Sempat Dihentikan Sementara oleh Daop 5 Purwokerto
Di sekolahnya, ia juga pernah mengikuti kegiatan dan lomba dengan aktivitas serupa. Tahun ini, ia datang bersama sekitar 13 siswa lainnya dari SMP Negeri 15 Jogja.
Bagi Alisa, kesempatan mencoba dan bertanding menjadi pengalaman tersendiri. Soal target juara, ia memilih tidak memasang target terlalu tinggi. Namun, ia tetap berharap dapat memberikan hasil terbaik bersama rekannya.
“Walaupun untuk menambah pengalaman tapi pengennya juga dapat (juara),” ujarnya. (**/pra)
Editor : Heru Pratomo