Ironi Taman Jamur USD: Ruang Diskusi Favorit Mahasiswa yang Masih Diwarnai Sampah

Magang Radar Purworejo • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:17 WIB
Setiap Hari Bersihkan Sisa Makanan di Tamjam USD, Pak Riyan Berharap Kesadaran Mahasiswa Meningkat
Setiap Hari Bersihkan Sisa Makanan di Tamjam USD, Pak Riyan Berharap Kesadaran Mahasiswa Meningkat
 
 
JOGJA - Taman Jamur atau yang biasa dikenal dengan sebutan "Tamjam" merupakan salah satu area favorit mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Area ini terletak di Universitas Sanata Dharma Kampus 1.
 
Tamjam selalu memiliki cara tersendiri untuk memikat hati mahasiswa untuk memikat hati mahasiswa. Saat matahari mulai condong ke arah barat, tempat ini biasanya berubah menjadi ruang diskusi hangat mahasiswa setelah seharian bergelut dengan padatnya jadwal perkuliahan.
 
Namun, di balik keseruan itu, ada pemandangan yang "mengganjal" di mata. 
 
Baca Juga: Sekaran Hills Sedayu, Wisata Baru Purworejo yang Lahir dari Gotong Royong Warga
 
Bungkus plastik, botol minuman kosong, hingga aroma tak sedap dari sisa nasi basi kerap menjadi teman duduk yang tak diundang. Padahal, jika kita menoleh sedikit saja, sebenarnya tempat sampah sudah disediakan di berbagai sudut area ini. Pemandangan kontras ini seolah menjadi ironi di tengah hiruk-pikuk intelektualitas kampus.

 

Riyan (37), salah satu petugas kebersihan yang setiap hari "berperang" dengan sisa-sisa makanan dan minuman, hanya bisa menghela napas. Baginya, menjaga kebersihan Tamjam bukan sekadar soal menyapu lantai saja, tetapi juga soal menghadapi kebiasaan yang sulit diubah.

 

"Tempat sampah sudah ada, tapi tetap saja ada yang buang sampah sembarangan" tuturnya. Bagi Riyan, setiap sampah yang tertinggal adalah cerminan dari kepedulian yang juga ikut terbuang. 

Baca Juga: Progres Jembatan Kewek Capai 42 Persen, Ditarget Bisa Dilewati Sebelum Nataru

Menariknya, tidak semua yang berserakan di Tamjam adalah masalah. Di antara sampah plastik yang mengganggu, terdapat guguran daun kering yang sebenarnya menyimpan potensi besar.

Jika dikelola dengan baik, daun-daun ini bisa bertransformasi menjadi pupuk organik dalam waktu tiga bulan. Namun, transformasi itu tentu butuh tangan-tangan yang peduli, bukan sekadar membiarkannya menumpuk.

 

Pada akhirnya, Tamjam adalah milik bersama. Kenyamanan tempat ini bergantung pada apakah kita ingin meninggalkannya dalam keadaan bersih untuk orang lain, atau justru meninggalkan "kenangan manis" berupa sampah bagi petugas kebersihan seperti Pak Riyan. Menjaga Tamjam tetap asri adalah salah satu bentuk paling sederhana bagi kita untuk mencintai kampus Sanata Dharma agar terbebas dari sampah.  

Ferry Dwi

Editor : Heru Pratomo
taman jamur petugas kebersihan Universitas Sanata Dharma (USD) sampah Mahasiswa