Dipimpin Mahasiswa Hindu, Perayaan Santo Robertus Bellarminus di Sanata Dharma Jadi Simbol Toleransi

Magang Radar Purworejo • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 22:31 WIB
Perayaan Santo Robertus Bellarminus di USD Jadi Ruang Perjumpaan Budaya dan Agama Mahasiswa
Perayaan Santo Robertus Bellarminus di USD Jadi Ruang Perjumpaan Budaya dan Agama Mahasiswa

 

 

YOGYAKARTA — Perayaan Santo Robertus Bellarminus di Universitas Sanata Dharma (USD) tidak hanya menjadi perayaan keagamaan Katolik, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan keberagaman mahasiswa lintas agama. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai komunitas keagamaan dalam kepanitiaan dan pentas seni.

Menariknya, kegiatan yang digelar pada 17 September 2026 di Kapel St. Robertus Bellarminus, Kampus USD Mrican, tersebut diketuai oleh Ni Made Ayu Manisa Putri, mahasiswa semester tiga Program Studi Psikologi yang beragama Hindu.

Made mengatakan, kepanitiaan melibatkan perwakilan dari berbagai komunitas keagamaan, yakni Islam, Hindu, Kristen, Katolik, serta Buddha dan Konghucu. Persiapan kegiatan dilakukan secara singkat, sekitar dua minggu, setelah gagasan kegiatan muncul dalam sebuah pertemuan.

Baca Juga: Waduk Gajah Mungkur Surut, Makam Kuno Tokoh Penyebar Islam Eyang Raden Santri Muncul ke Permukaan

“Walaupun kita berbeda-beda, tetapi kita tetap satu di Universitas Sanata Dharma,” ujar Made.

Selain perayaan Ekaristi, acara juga menghadirkan pentas seni dari komunitas keagamaan. Komunitas Islam menampilkan nyanyian, komunitas Buddha dan Konghucu menghadirkan barongsai, komunitas Hindu menampilkan Tari Puspanjali, sementara komunitas Kristen menampilkan tamborin dan nyanyian keagamaan. Komunitas Katolik turut terlibat melalui penampilan musik.

Keterlibatan lintas agama tersebut menjadi bagian dari tema “The Bellarmine Way: Becoming Wise, Becoming Light.”

Baca Juga: Nyicil Ayem, Menteri Koperasi Sebut Penempatan Manajer KDMP Dimulai Akhir September

Kegiatan juga dilengkapi stan komunitas keagamaan yang bertujuan memperkenalkan komunitas dan berbagai kegiatannya kepada mahasiswa maupun tamu undangan.

Menurut Made, meskipun perayaan berangkat dari tradisi Katolik, kegiatan tersebut terbuka bagi mahasiswa USD tanpa syarat khusus. Perayaan Santo Robertus Bellarminus sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa keberagaman agama dapat menjadi ruang untuk membangun kebersamaan di lingkungan kampus.

Editor : Heru Pratomo
Perayaan Santo Robertus Bellarminus USD toleransi Hindu Universitas Sanata Dharma