JOGJA — Sebanyak 15 mahasiswa profesi dokter UGM diterjunkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program KKN Peduli Bencana UGM 2026. Selama 30 hari, mereka akan membantu pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Koordinator Kormanit KKN Peduli Bencana UGM NTT 2026, Dimas Satyagudi Maldeni, mengatakan persiapan dilakukan hanya sekitar dua minggu sebelum keberangkatan.
Koordinator Kormanit KKN Peduli Bencana UGM NTT 2026, Dimas Satyagudi Maldeni, mengatakan persiapan dilakukan hanya sekitar dua minggu sebelum keberangkatan.
Selain menyiapkan kebutuhan seperti jaket dan sleeping bag, para mahasiswa mendapat pembekalan mengenai mitigasi bencana, kondisi sosial masyarakat, serta dukungan psikososial bagi penyintas.
Baca Juga: Gimana Ini Pak Zainuri? Warga Karang, Tuksono, Sentolo Tolak Tambang Pasir Sungai Progo
“Persiapannya sangat cepat, tentunya dari logistik dan dengan ilmu juga,” ujar Dimas.
Di lapangan, mereka akan membantu pelayanan medis di Puskesmas Bangka Kenda dan Puskesmas Watualu, termasuk membawa sejumlah obat yang dibutuhkan.
“Persiapannya sangat cepat, tentunya dari logistik dan dengan ilmu juga,” ujar Dimas.
Di lapangan, mereka akan membantu pelayanan medis di Puskesmas Bangka Kenda dan Puskesmas Watualu, termasuk membawa sejumlah obat yang dibutuhkan.
Mahasiswa juga akan mengobservasi kebutuhan lain, seperti sanitasi air dan dukungan kesehatan mental bagi anak-anak, orang dewasa, hingga ibu hamil.
Baca Juga: Dugaan Pungli Usaha Food Truck Bolosego di Alkid Jogja: Oknum Polisi Dipatsus, Keraton Buka Suara
Bagi Dimas dan 14 mahasiswa lainnya, penugasan ini menjadi pengalaman pertama terjun langsung ke daerah bencana.
Bagi Dimas dan 14 mahasiswa lainnya, penugasan ini menjadi pengalaman pertama terjun langsung ke daerah bencana.
Mereka berharap ilmu yang diperoleh selama pendidikan kedokteran dapat digunakan untuk membantu masyarakat NTT bangkit dan kembali menjalani kehidupan pascabencana.
Rantika Putriyani
Editor : Heru Pratomo