Speeder Team ITNY Raih Dua Gelar di KMLI XIV, Perjalanan Panjang Menuju Pentas Internasional

Magang Radar Purworejo • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 19:29 WIB
Speeder Team ITNY Raih Dua Gelar di KMLI XIV, Perjalanan Panjang Menuju Pentas Internasional
Speeder Team ITNY Raih Dua Gelar di KMLI XIV, Perjalanan Panjang Menuju Pentas Internasional

 

JOGJA — Kerja keras dan pengalaman panjang Speeder Team Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali membuahkan hasil. Dalam Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026 di Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), tim berhasil meraih Juara 1 kategori Hill Climb dan Juara 2 kategori Acceleration.

Dua capaian tersebut menjadi bukti dari proses panjang pengembangan kendaraan yang dilakukan Speeder Team. Bagi tim, keberhasilan di lintasan bukan sekadar tentang kecepatan, tetapi juga hasil dari proses perancangan, pembangunan, pengujian, evaluasi, dan kerja sama seluruh anggota tim.

Manager Team Speeder Team ITNY, Ali Ibrahim Thamrin, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut.

Baca Juga: Awalnya Terdengar Suara Benda Jatuh Menimpa Galvalum, 20 Ribu Ayam Umur Sepekan Mati Terbakar

“Tentunya kami sangat bersyukur dan bangga dengan hasil yang kami dapatkan. Prestasi ini menjadi bentuk apresiasi dari proses dan kerja keras seluruh tim, mulai dari persiapan, perancangan, pembangunan, hingga pengujian mobil,” ujar Ali

Namun, pencapaian tersebut tidak lahir dalam waktu singkat. Speeder Team telah mengikuti KMLI sejak
2010 Selama lebih dari satu dekade, tim terus melakukan evaluasi dan pengembangan kendaraan dari tahun ke tahun.

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal bagi tim dalam menghadapi KMLI XIV. Setiap kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kekurangan, mengembangkan teknologi kendaraan, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam bekerja sebagai sebuah tim.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Samarinda, 13 Ruas Jalan Terendam hingga 1 Meter

“Selama mengikuti KMLI, kami terus melakukan evaluasi dan pengembangan kendaraan dari tahun ke tahun. Pencapaian ini menjadi salah satu hasil dari proses pengembangan dan pengalaman tim yang terus dibangun selama bertahun-tahun,” jelas Ali.


Di balik keberhasilan menaklukkan lintasan, terdapat proses persiapan yang dilakukan selama beberapa bulan. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, tetapi juga meliputi perancangan, fabrikasi, sistem kelistrikan, pengujian, troubleshooting, hingga persiapan administrasi dan teknis sebelum keberangkatan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah menemukan keseimbangan antara performa, bobot, dan keandalan kendaraan.

Baca Juga: Senyum Ramah dan Bahasa Jawa Halus, Sosok Mas-Mas di TikTok Ini Bikin Penonton Terpukau 

Mobil harus memiliki kemampuan akselerasi yang baik sekaligus mampu menghadapi lintasan menanjak. Namun, peningkatan performa tetap harus diimbangi dengan aspek keselamatan dan kestabilan kendaraan.

“Kami ingin mobil memiliki akselerasi yang baik dan mampu menaklukkan tanjakan, tetapi tetap harus memperhatikan keselamatan dan kestabilan kendaraan,” kata Ali.

Kondisi tersebut membuat proses pengembangan tidak dapat dilakukan hanya sekali. Tim harus melakukan pengujian secara berulang untuk mengetahui respons kendaraan dan menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.

Baca Juga: Niat Padamkan Api Lahan Tetangga, Petani di Karanganyar Tewas Terjebak Kebakaran

Dalam proses pengujian, berbagai kendala teknis juga sempat dihadapi tim. Bagi Speeder Team, kegagalan dalam pengujian bukan sekadar hambatan, melainkan bagian dari proses pengembangan.

Ketika terjadi masalah, tim melakukan pemeriksaan untuk menemukan sumber permasalahan. Setelah itu, perbaikan dilakukan dan kendaraan kembali diuji. Siklus tersebut dilakukan hingga kendaraan dinilai mampu bekerja secara baik dan konsisten.

“Jadi, prosesnya bukan hanya bagaimana membuat mobil bisa berjalan, tetapi bagaimana memastikan mobil tersebut dapat bekerja dengan baik dan konsisten saat kompetisi” ujar Ali.

Baca Juga: Konser The Weeknd dan Pestapora Sumbang Perputaran Uang Rp 250 Miliar di Jakarta

Proses tersebut juga menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori kendaraan listrik, tetapi juga berhadapan langsung dengan persoalan teknis yang membutuhkan kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja sama.


Speeder Team yang berangkat ke KMLI XIV terdiri atas 18 orang, yang mencakup mahasiswa, dosen pembimbing, dan pendamping tim. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Elektro ITNY.

Kolaborasi lintas bidang menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Pengembangan kendaraan membutuhkan keterampilan mekanik sekaligus pemahaman mengenai sistem kelistrikan dan kontrol.

Baca Juga: Marak Penambangan Pasir di Sungai Progo, Warga Sambeng Protes hingga Pasang Bendera Setengah Tiang

Karena itu, pencapaian Speeder Team tidak berdiri sendiri. Dukungan dosen pembimbing, mentor, kampus, dan sponsor turut menjadi bagian dari perjalanan tim hingga kompetisi.

Menurut Ali, pembina dan mentor memiliki peran dalam memberikan arahan dan evaluasi, terutama ketika tim menghadapi persoalan teknis. Dukungan kampus juga membantu proses persiapan hingga keberangkatan, sementara sponsor mendukung berbagai kebutuhan tim dan pengembangan kendaraan.

“Pencapaian ini bukan hanya hasil kerja mahasiswa, tetapi merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari banyak pihak,” ungkapnya.

Baca Juga: Lahan Tidur Rutan Wates Disulap Jadi Lahan Produktif Warga Binaan

Dua gelar yang diraih di KMLI XIV tidak menjadi akhir perjalanan Speeder Team. Setelah kompetisi di POLBAN, tim mulai menatap tantangan berikutnya, yakni persiapan mengikuti Formula SAE Malaysia.

Ajang tersebut akan menjadi pengalaman pertama Speeder Team untuk berkompetisi di tingkat internasional. Pengalaman selama mengikuti KMLI akan menjadi bekal untuk melakukan pengembangan lebih lanjut, baik terhadap kendaraan maupun kemampuan anggota tim.

“Target kami selanjutnya adalah mempersiapkan diri untuk mengikuti Formula SAE Malaysia. Tentunya kami ingin memanfaatkan pengalaman dari KMLI sebagai modal untuk melakukan pengembangan, baik dari sisi kendaraan maupun kemampuan tim, sehingga kami bisa membawa nama ITNY ke tingkat yang lebih luas,” tutur Ali.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Memandikan Meriam Beranak untuk Memohon Hujan di Kotawaringin Lama

Bagi Speeder Team, perjalanan dari kompetisi nasional menuju ajang internasional bukan hanya tentang mengejar gelar. Proses tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman, menguji kemampuan, dan membawa hasil pembelajaran dari kampus ke arena kompetisi yang lebih luas.

Ali pun mengajak mahasiswa ITNY lainnya untuk tidak ragu mencoba berbagai kesempatan di bidang kompetisi dan teknologi.

“Jangan takut untuk mencoba meskipun belum memiliki kemampuan atau pengalaman di bidang tersebut. Di dalam tim, kita akan banyak belajar dari orang lain dan menghadapi berbagai masalah yang justru membuat kemampuan kita berkembang,” pesannya.

Baca Juga: Wajah Baru Waduk Cipancuh di Indramayu, Jadi Padang Rumput Tempat Hewan Merumput hingga Bersantai

Menurut Ali, rasa ingin tahu, kemauan untuk belajar, dan komitmen menjadi bekal penting karena membangun kendaraan kompetisi membutuhkan proses panjang dan kerja sama.

“Jangan hanya berorientasi pada juara, tetapi nikmati proses belajar dan pengalaman yang didapat selama perjalanan,” pungkasnya.


Rantika Putriyani 

Editor : Heru Pratomo
ITNY speeder Institut Teknologi Nasional Yogyakarta KMLI XIV teknik elektro