Pembelajaran olahraga di tingkat sekolah dasar tak selalu harus berlangsung dengan aktivitas yang itu-itu saja. Seorang guru PJOK di SD Unggulan Permata Jingga, Malang, Jawa Timur, mencoba menghadirkan pengalaman berbeda bagi para siswanya.
Guru tersebut, Vico Ambarok, mengenalkan olahraga skateboard kepada siswa kelas I SD. Aktivitas itu dilakukan sebagai cara untuk mengajak anak-anak berani mencoba hal baru sekaligus membuat pembelajaran olahraga terasa lebih menyenangkan.
Skateboard sendiri masih tergolong olahraga yang jarang diperkenalkan dalam kegiatan pembelajaran sekolah dasar. Namun, para siswa justru terlihat antusias mengikuti setiap tahapan yang diberikan.
Mereka mulai belajar berdiri dan menjaga keseimbangan di atas papan. Setelah memahami dasar-dasarnya, sejumlah siswa kemudian mencoba meluncur dengan kemampuan masing-masing.
Suasana pembelajaran pun berlangsung penuh keceriaan. Rasa takut yang muncul saat pertama kali mencoba perlahan berubah menjadi keberanian ketika para siswa mulai mampu mengendalikan papan.
Baca Juga: Viral! Souvenir Nikahan Berupa Ayam Hidup Ditinggal di Lebak Bulus, Diamankan Ojol
Pendekatan Vico mendapat perhatian dari pengguna media sosial. Sejumlah netizen memberikan apresiasi karena olahraga yang tergolong tidak biasa untuk anak usia dini tersebut diperkenalkan dalam suasana yang aman dan edukatif.
Salah satu komentar datang dari akun @mohammednabilfajar.
“Good job Pak Guru, anak-anak sekarang harus diperkenalkan pada kegiatan yang positif dan menyenangkan salah satunya adalah skateboard.”
Komentar serupa disampaikan akun @oji_3009 yang menilai pengenalan skateboard di lingkungan sekolah dasar masih cukup jarang dilakukan.“Jarang ada nih sekolah yang ngenalin olahraga skateboard, respect untuk Pak Guru.”
Pembelajaran dengan pendekatan yang lebih interaktif tersebut menunjukkan bahwa aktivitas PJOK dapat dikemas dengan berbagai cara. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, pengalaman mencoba olahraga baru juga dapat menjadi sarana melatih keberanian, keseimbangan, koordinasi, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Editor : Bahana.