RADAR PURWOREJO - Pembangunan Jembatan Gantung Sewaung di Dusun Jatisalam, Desa Semawung, Kecamatan/Kabupaten Purworejo,dikerjakan dengan melibatkan berbagai pihak. Tak hanya wargaDusun Jatisalam. Kegiatan ini juga melibatkan warga dari desa tetangga yakni Desa Popongan di Kecamatan Banyuurip.
Dukungan warga Desa Popongan berupa memberikan dana yang digunakan untuk peningkatan akses jalan menuju ke jembatan."Total dana yang disalurkan dalam program pembuatan jembatan gantung itu mencapai Rp 220 juta (dari Desa Popongan)," kata perangkat Desa Popongan Ringgo kemarin (31/1).
Dana yang ada itu berasal dari dua sumber. Yakni dari dana silpa DD tahun 2020 dan Dana Desa tahu 2021. Selain itu, warga seputar jembatan juga memberikan bantuan tenaga yang disalurkan melalui kegiatan gotong royong.
"Jembatan itu memang dampak atau manfaatnya tidak hanya bagi warga Semawung . Akan tetapi, Popongan juga ikut merasakan," imbuh Ringgo.
Bagi warga Desa Popongan, ungkap Ringgo, jembatan itu lebih digunakan untuk aktivitas pertanian. Sementara bagi Desa Semawung, kebaradaan jembatan memiliki peran lebih vital. Sebab, jembatan menjadi salah satu akses warga untuk bersekolah.
"Jadim, ada saling membutuhkan dari keberadaan jembatan itu," jelas Ringgo.
Lebih jauh disampaikan, dukungan Desa Popongan dalam pembangunan jembatan itu adalah membangun akses jalan hingga ke titik jembatan. Selama ini akses jalan tersebut sudah ada. Namun, baru berupa campuran pasir batu (sirtu).
"Dulu menjadi jalan proyek galian C," ungkapnya. Dari jalan sirtu itu, oleh Desa Popongan ditingkatkan menjadi jalan rabat beton. Ketinggian rabat beton dinaikkan menyeseusaikan permukaan jembatan gantung yang sedang dibangun.
"Adanya jembatan itu memang meringkas jalan amat banyak. Warga dari Semawung bisa mencapai jalan besar yang ada di Popongan. Lebih dekat," ungkapnya.
Ringgi menyebut, dari titik jembatan hingga jalan raya hanya berjara sekitar satu kilometer. Apabila warga harus memutar melalui jembatan gantung di Desa Borowetan, Kecamatan Banyuurip, jarak tempuhnya sekitar sepuluh kilometer.
"Ya, pokoknya saling menguntungkan. Semoga kedepan juga bisa menjadi salah satu titik kunjungan masyarakat dan ingin memberikan manfaat tambahan bagi Semawung dan Popongan juga," imbuh Ringgo. (udi/amd) Editor : Administrator