Salah satu usaha yang ikut terdampak adalah wedding organizer (WO). Mereka menjadi salah satu usaha paling berdampak kala pandemi ini. Sebab, acara pernikahan menjadi salah satu sorotan pemerintah karena merupakan aktivitas yang mengundang kerumunan sehingga, harus ada pembatasan.
"Soal peraturan (peraturan pemerintah) memang kami harus cermat betul, karena sewaktu-waktu dapat berubah sehingga kami harus update. Untuk saat ini ramai lancar," ungkap Galih Gerranda Vibra Ramadhani koordintor sekaligus pendiri Mutiara WO saat dikonfirmasi Radar Purworejo.
Tak dipungkiri, saat awal-awal pandemi lalu momen pernikahan menjadi polemik. Bahkan, hingga ada pembatasan pendaftaran nikah. "Namun, Alhamdulillah pemerintah mengerti kondisi kami sehingga pada Juni lahir Perbup 61 yang memperbolehkan hajatan meskipun dengan sangat ketat," sambung dia.
Seiring berjalannya waktu, WO saat pandemi ini mulai menggeliat kembali. Saat awal pandemi mereka bahkan diibaratkan tiarap. Tidak ada event sama sekali.” Tapi sekarang, Alhamdulillah lancar kami justru mendapat berkah karena tim WO sangat dibutuhkan saat ini," ungkap Galih.
Saat ini, pernikahan di Purworejo penuh pembatasan. Pun, jika mengadakan resepsi juga harus dengan konsep yang sederhana dan ringkas. Menerapkan prokes yang begitu ketat, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, cek suhu, menggunakan masker, hingga jaga jarak antartamu undangan.
Untuk tingkat kesulitan memang jelas jauh lebih sulit saat ini. Apalagi terkadang masih ada beberapa tamu undangan yang belum memahami meskipun acara sudah kami setting secara detail. “Harus sabar. Apalagi soal protokol kesehatan," beber pria asal Kemiri, Purworejo itu.
Dikatakan, untuk harga paket di WO miliknya tetap sama. Karena, banyak item saat pandemi yang justru harus disiapkan. "Jumlah kru juga ditambah karena harus menerapkan protokoler acara secara ketat sesuai SOP kesehatan," tandas Galih. (han/din/er) Editor : Administrator