Donor darah dinilai sangat penting. Terutama untuk menjaga ketersediaan kantong darah tetap aman. Sebab, darah yang didonorkan sangat berguna bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu terungkap dalam pelatihan Palang Merah Remaja (PMR) di SMK TKM Purworejo. Selama tiga hari ini, para siswa tempak antusias menyimak materi yang disampaikan.
Ketua PMI Kabupaten Purworejo Yuli Hastuti sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Kegiatan ini sangatlah bagus. Acara serupa harus terus didorong dan dilakukan secara rutin. Sebab, dapat menumbuh kembangkan pengetahuan serta mengedukasi sejak dini tentang dunia kepalangmerahan," ujarnya pada penutup pelatihan Rabu (24/3).
Yuli, yang juga menjabat wakil bupati Purworejo, menyebutkan, edukasi tentang donor darah, penanganan, dan peranan PMI dalam kebencanaan sangatlah penting untuk ditanamkan sejak dini. "Alhamdulillah semakin hari minat masyarakat untuk berdonor darah secara rutin semakin meningkat," ujarnya.
Dia berharap PMI Kabupaten Purworejo dapat terus mendorong agar semakin banyak orang yang tergugah mendonorkan darahnya. Sebab, donor darah adalah aksi sosial yang sangat mulia.
"Dengan donor darah, kita bisa menolong banyak orang,” kata Yuli.
Yuli mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan daraha agar ketersedian stok darah di Kabupaten Purworejo selalu terjaga dan tersedia. "Harapannya, akan semakin banyak yang mendonorkan darah dan terbentuk jejaring para pendonor rutin yang semakin besar. Mangga yang belum pernah donor darah jangan takut. Donor tidak sakit justru membuat sehat," ajaknya.
Terpisah, Ketua Penyelenggara pelatihan PMR SMK TKM Purworejo Sohibul Arif menyebutkan, pelatihan tidak melibatkan semua siswa. Pandemi virus korona (Covid-19) menjadi pertimbangannya.
"Kegiatan ini diikuti perwakilan para siswa untuk masing-masing kelas mengirimkan tiga siswa dan total ada 30 siswa. Setelah kegiatan pelatihan PMR ini, harapannya para siswa dapat menjadi relawan di lingkungan sekolah,” paparnya.
Dia menyatakan, mereka siap menjalin kerja sama dengan PMI. ”Pun, siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk bersinergi dengan PMI atau instansi lainya yang berkaitan dengan kepalangmerahan dan kebencanaan,” harap dia. (han/amd) Editor : Administrator