Pentas virtual berlangsung dua hari. Sejak Jumat malam kemarin (21/5) dan nanti malam.
Pentas yang digelar di Pendapa Wakil Bupati Purworejo di Kecamatan Kutoarjo ini dapat disaksikan secara langsung di channel Youtube DKP dan Dinkominfo Purworejo.
Pantia akan bersikap tegas apabila terjadi kerumuman mengingat saat ini sedang terjadi pandemi virus korona (Covid-19). Panitia akan membubarkannya.
"Dalam pentas kali ini sengaja dilakukan pembatasan ketat. Sebab, lokasi semi terbuka. Panitia tidak mengundang siapapun, kecuali para seniman penampil dan tim pengambil gambar," ucap Hantoro Wibowo, ketua panitia kegiatan, kemarin (21/5).
Panitia berkoordinasi intenstif dengan Satgas Covid-19 Kecamatan Kutoarjo. Mereka telah menggelar rapat guna memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
"Intinya mencegah kerumunan. Teknisnya, gapura masuk pendapa sisi timur dan barat Alun-Alun Kutoarjo akan ditutup. Petugas juga akan berjaga di sepanjang trotoar depan pendapa," tegasnya.
Apabila tetap terjadi kerumunan penonton, panitia sepakat untuk membubarkan kerumuman. DKP tidak ingin kegiatan yang diselenggarakan menjadi kontraproduktif sampai memunculkan klaster Covid-19 baru.
"Kami juga pesan kepada para seniman untuk memahami situasi. Mampu menahan diri tidak hadir di lokasi pengambilan gambar, kecuali penampil dan kru pendukung," ujarnya.
Dijelaskan, panitia sangat memahami ruang ekspresi seniman di Kabupaten Purworejo sudah hampir genap satu setengah tahun dicengkeram pandemi. Rangkaian kegiatan Syawalan Seniman 2021 ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para seniman untuk beraktualisasi.
"Kami sangat paham seniman butuh pentas. Hambar juga ketika pentas tidak disaksikan orang banyak. Tetapi, sekali lagi mohon dipahami, kita sudah boleh pentas saja itu sebuah berkah. Bentuk syukuri tentu dengan menjaga kepercayaan itu. Protokol kesehatan harus dijaga," jelasnya.
Hantoro mengungkapkan, DKP mengajak publik untuk menyaksikan pentas itu secara daring. "Ya, mulai nanti malam pukul 19.30. Silakan disimak dan para penampil tentu akan menunjukkan karya terbaiknya. Semoga ini menjadi jalan tengah bagi semuanya, tentu harapan terakhir pandemi segera berlalu," ungkapnya.
Reza Ega Pangarep, warga Kabupate Purworejo, mengaku senang dengan adanya gelaran Syawalan Seniman 2021. Menurutnya, tidak hanya seniman yang rindu suasana pementasan. Publik juga rindu dengan pertunjukkan dan hiburan.
"Kami juga haus hiburan. Terkekang pandemi itu sangat memilukan. Ini menjadi terobosan yang bagus dan harapan saya bisa terus dilanggengkan dengan gelaran rutin untuk Purworejo," harapnya. (tom/amd) Editor : Administrator