Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Wujud Syukur Pemberian Tuhan

Administrator • Senin, 24 Mei 2021 | 15:10 WIB
LENGANG: Susana malam hari kawasan Alun-Alun Purworejo tampak sepi saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat kemarin (21/7). (Jihan aron vahera/radar purworejo)
LENGANG: Susana malam hari kawasan Alun-Alun Purworejo tampak sepi saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat kemarin (21/7). (Jihan aron vahera/radar purworejo)
RADAR PURWOREJO - Warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, terus melestarikan budaya. Mereka bersemangat menggelar sedekah bumi berupa syukuran raja kaya (hewan peliharaan) atau Baritan Pandanrejo.

"Ini termasuk peninggalan nenek moyang kami, jadi sedekah bumi itu sebagai bentuk pelestarian budaya untuk syukuran ternak warga Desa Pandanrejo. Karena warga desa kami sebagian besar peternak kambing," ujar Kepala Desa Pandanrejo Supandi.

Dikatakan, pelestarian budaya itu sangatlan penting sebagai kekayaan budaya desa mereka. "Jangan sampai budaya ini punah. Setiap tahun kita adakan biar generasi muda tahu kalau di desanya ada tradisi yang harus diuri-uri," ungkap dia.

Selain untuk melestarikan budaya, Supandi menyebutkan, sedekah bumi tersebut menjadi salah satu wujud syukur atas apa yang diberikan Tuhan. "Mudah-mudahan dengan peringatan ini nantinya akan membawa majunya ras kambing Kaligesing," harap dia.

Menurutnya, dulu sebelum Desa Pandanrejo terbentuk terdapat suatu wilayah pedesaan di perbukitan Menoreh bagian paling timur Kabupaten Purworejo. Wilayah tersebut yakni Desa Klepu. Di mana, bagian barat bernama Desa Pendem.

Di Desa Klepu, lanjutnya, dulu sering diadakan syukuran untuk ternak mereka. Syukuran raja kaya sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Klepu kepada Tuhan atas limpahan rezeki melalui ternak dan hasil buminya.

Setelah itu, Desa Klepu dan Desa Pendem bergabung menjadi Desa bernama Pandanrejo. Pemerintah desa pun mengangkat acara syukuran raja kaya sebagai kegiatan tahunan. Acara tersebut dinamai baritan yang diadakan setiap bulan Rajab.

"Rangkaian kegiatannya ada bersih desa, kenduri agung (di balai desa), proses siraman (memandikan pengantin kambing peranakan etawa ras Kaligesing), hingga pentas budaya," sebut Supandi.

Bersih Desa Pandanrejo dilakukan sehari sebelum prosesi kenduri agung dan siraman. Pada prosesi kenduri agung dihadiri para lelaki dengan membawa weton, makanan dari hasil bumi.

"Di kenduri itu ada doa-doa yang dipanjatkan oleh masyarakat yang bertujuan untuk meminta keberkahan dari Tuhan dan dilanjutkan dengan kembul weton, makan bersama dari hasil tukar-menukar weton itu," jelasnya.

Disebutkan, prosesi siraman pengantin kambing yang dilaksanakan tidak sembarangan. Air yang digunakan merupakan air dari dengan ritual khusus. Air berasal dari Tuk Pitu. Air yang diambil dari tujuh sumber mata air di Desa Pandanrejo.

"Air yang diambil dari setiap sumber mata air. Setelah itu air dimasukan dalam kendi. Setelah diambil, air tadi diarak menuju balai desa. Di sana, air itu dicampur dan ditambahkan tiga macam bunga, yaitu adalah bunga mawar merah, kenanga, dan kantil," terangnya.

Kambing untuk prosesi, dipilih dari kambing peranakan etawa ras Kaligesing yang berkualitas. "Warga kami hidup dari hasil ternak itu, dapat menopang kehidupan perekonomian penduduk. Banyak yang menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi karena hasil dari ternak mereka," ujar dia.

Rangkaian kegiatan dipuncaki pentas seni jatilan yang dilakukan kelompok seni. Itu menjadi hiburan untuk masyarakat setelah melaksanakan rangkaian kegiatan baritan. Ke depan, baritan akan dijadikan salah satu wisata budaya di Desa Pandanrejo.

Nantinya baritan digunakan sebagai event promosi ternak unggulan di Desa Pandanrejo. Yakni, kambing peranakan etawa ras Kaligesing. Kegiatan tersebut juga akan mengangkat olahan hasil bumi yang diproduksi pelaku UMKM di Desa Pandanrejo. (han/amd) Editor : Administrator
#syukuran #sedekah bumi