Band yang terbentuk di Kota Jogja ini memiliki banyak lagu hits. Namun satu lagu yang paling populer dari Shaggydog adalah “Di Sayidan”.
Lagu ini memang enak didengar. Liriknya menceritakan bagaimana kondisi Kampung Sayidan yang ada di Kota Jogja. Juga soal bagaimana kesenangan para pemuda menikmati malam di kampung tersebut.
Popularitas lagu ini tak terbantahkan lagi. Namun, hal itu juga menjadi problem tersendiri. Banyaknya orang yang melakukan cover lagu itu, justru merugikan Shaggydog.
Apalagi mayoritas dari mereka tidak melakukan izin atau membagi royalti kepada Shaggydog. Hal ini diakui oleh pencipta lagu “Di Sayidan” yang juga merupakan basis Shaggydog, A. Odyssey Sanco.
“Terakhir itu saya lihat yang cover Di Sayidan ada sekitar 20 ribu lebih dan beredar luas di internet,” kata sosok yang akrab disapa Bandizt itu kepada Radar Jogja baru-baru ini.
Menanggapi hal itu, beberapa bulan lalu Shaggydog merilis ulang lagu tersebut. “Di Sayidan” dirilis dengan konsep live dan diunggah kembali ke portal musik digital yang tersedia.
Bandizt mengungkapkan alasan mengapa bandnya melakukan hal itu. Menurut dia, salah satunya ya agar orang yang melakukan cover, terutama yang ada di YouTube, agar di-take down.
“Soalnya yang sebelumnya, viewers mereka yang melakukan cover itu jauh lebih banyak dari pada kami yang merupakan pemilik lagu,” jelas Bandizt.
Lebih lanjut sosok yang juga pecinta binatang itu mengungkapkan, video klip untuk aransemen baru “Di Sayidan” itu sudah digarap. Dalam waktu dekat video musik ini bisa dinikmati oleh para Doggies dan Honnis --sebutan untuk penggemar Shaggydog- di platform digital. (laz/din/er) Editor : Administrator