"Itu untuk melatih santri dalam pengolahan sampah. Mengingat di pondok pesantren produksi limbah sangat tinggi," ujar Wakil Ketua Baznas Kabupaten Purworejo Muslihin Madiani saat dikonfirmasi Radar Purworejo Rabu (26/5).
Muslihin menyebutkan santri diajarkan langkah-langkah pengelolaan sampah. Di antaranya, mengolah limbah sampah menjadi pupuk organik dan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bangunan seperti paving.
"Kegiatan dilakukan selama tiga hari, yakni Minggu (23/5) hingga Selasa (25/5)," ungkap dia.
Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Rajimin menyebutkan, selama pelatihan para santri menikmati pelatihan. Mereka semangat mengimplementasikan apa yang diberikan.
"Selama mengikuti pelatihan, peserta juga ada selingan materi menarik seperti materi dari motivator," kata dia.
Dikatakan, pelatihan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat mengingat saat ini sedang terjadi pandemi virus korona (Covid-19). Upaya itu dilakukan untuk menekan kemungkinan adanya persebaran Covid-19.
"Selama mengikuti pelatihan, kami juga telah dilakukan rapid test. Alhamdulillah, semua hasilnya nonreaktif," ujarnya.
Dia berharap pelatihan tersebut dapat bermanfaat bagi para santri. Selain itu, dapat diterapkan di lingkungan pesantren atau tempat tinggalnya. (han/amd) Editor : Administrator