Ratusan personil tim Search and Rescue (SAR) gabungan dari beberapa organisasi dan instansi diterjunkan. Mereka masih terus berusaha menemukan korban.
Laka laut terjadi di Pantai Dewaruci Senin (24/5). Kejadian tersebut menimpa dua korban yakni Aswan dan Galang Surya Ramadhan, 13. Galang meninggal dunia meski sempat ditemukan dan dibawa ke puskesmas. Sedangkan Aswa Alfitra belum ditemukan hingga kemarin (28/5).
Kedua bocah itu berasal dari Desa Nampurejo, Kecamatan Purwodadi. Mereka terseret ombak saat bermain dan mandi di pinggir Pantai Dewaruci bersama teman-teman lainnya.
"Pencarian sejak Senin sampai hari kelima ini, korban belum ditemukan. Jumlah personel SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian Senin 140 personel, Selasa 170 personel, Rabu 140 personel, dan hari ini (kemarin) seratus personel," ucap Koordinator Posko Pencarian di Pantai Dewaruci Frengky.
Dijelaskan, radius pencarian pada hari pertama sejauh satu kilometer ke arah barat dan satu kilometer ke arah timur dari titik korban terakhir kali dikabarkan hilang. Radius pencarian hari kedua diperlebar menjadi enam kilometer baik ke barat maupun ke timur.
Hari ketiga radius diperlebar lagi menjadi delapan kilometer. "Hari ini (kemarin) diperluas dengan melibatkan seluruh elemen. Termasuk nelayan dan pemancing dengan memberikan masukan jika menemukan korban," jelasnya.
Badan SAR Nasional (Basarnas) Cilacap Amin Riyanto menyatakan, awalnya tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tim 1 dan 2 menyisir ke timur dan barat.
Sedangkan tim 3 menyisir permukaan laut. Namun, tim 3 batal turun karena gelombang tinggi.
"Kami tidak bisa mengambil risiko atau memaksakan pencarian di laut. Sebab, kondisi gelombang saat ini cukup tinggi," ucapnya.
Ditambahkan, metode pencarian tetap dimaksimalkan dengan teknis penyisiran pantai. Tim pencari juga menyebarkan informasi mengenai kecelakaan laut ini kepada organisasi-organisasi di wilayah pesisir pantai selatan dan para nelayan.
"Berdasarkan hasil pencarian dan informasi yang kami sebar melalui teman-teman organisasi maupun nelayan, sampai hari kelima belum ada tanda-tanda keberadaan korban," katanya.
Menurutnya, tim SAR gabungan optimistis dan tetap berupaya menemukan korban secepatnya. "Kami mohon kesadarannya jangan mandi (di pantai) . Sebab, sangat berbahaya," ujarnya. (tom/amd) Editor : Administrator