"Tidak hanya fashion show, kami juga isi kegiatan syawalan ini dengan belajar mewiru (melipat) jarik atau kain kebaya," ucap Ketua Harpi Purworejo Titi Prabandari kemarin (1/6).
Dijelaskan, wiru jarik sangat penting untuk perias. Sebab, wiru menjadi salah satu faktor penentu sukses acara. "Mewiru butuh pemahaman yang benar. Banyak ahli rias yang tidak bisa atau mengabaikan tata cara mewiru dan mengenakan jarik yang benar," jelasnya.
Menurutnya, tidak semua anggota hadir dalam silaturahmi kali ini. Sebagian anggota menyimak dari rumah dengan konsep virtual.
"Bagi perempuan, merawat dan merias diri adalah modal kecantikan," ujarnya.
Sulastri, salah seorang peserta, mengungkapkan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan yang cukup berat bagi perias. Permintaan jasa rias berkurang karena hajatan pernikahan harus dibatasi mengingat berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Kalau sekarang lumayan agak longgar. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, hajatan manten misalnya, masih bisa digelar. Semoga ke depan kondisinya semakin baik," ungkapnya. (tom/amd) Editor : Administrator