Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo kembali menorehkan prestasi. Karya kehumasan Bawaslu Purworejo berupa film dokumenter terpilih menjadi yang terbaik oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.
Film dokumenter tersebut mengangkat perjuangan pengawas pemilihan umum (pemilu) dalam mengawal proses verifikasi faktual. Film ini menyisihkan karya dari 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
Bawaslu Purworejo juga meraih prestasi untuk poster Program Jalu (Jagongan Pemilu). Program ini merupakan bentuk penyampaian laporan kinerja penyelenggaraan pengawasan dalam pemilihan kepala daerah 2020.
Ketua Bawaslu Kabupaten Purworejo Nur Kholiq mengatakan, Bawaslu Purworejo menyadari betapa pentingnya kerja-kerja kehumasan di era digital saat ini. Maka, lanjutnya, fungsi-fungsi kehumasan diprioritaskan untuk penyebarluasan informasi.
"Kerja kehumasan itu sangat strategis. Membutuhkan kreasi dan inovatif melalui platform-platform digital seperti IG, Youtube, Twitter, Facebook, dan lainnya untuk penyebar luasan pesan-pesan pengawasan," katanya kemarin (2/6).
Penghargaan yang diraih tersebut merupakan prestasi. ”Menjadi yang terbaik dan mendapat penghargaan, tentu menjadi kebanggan sekaligus memantik semangat," jelasnya.
Selama pengawasan pilkada, Tim Humas Bawaslu Purworejo rutin membuat konten-konten kreatif untuk menarik masyarakat mengakses informasi dan pesan-pesan pengawasan. "Di era teknologi 4.0, kerja-kerja kehumasan ini mutlak harus dilakukan melalui teknologi informasi. Sekaligus, ini agar para milenial tertarik dengan informasi tentang pengawasan pemilu sehingga tidak apatis dan apolitik,” jelasnya.
Ketua PWI Antar Waktu Kabupaten Purworejo Aris Himawan mengapresiasi langkah Bawaslu Purworejo yang cukup aktif memberikan informasi melalui bidang kehumasan. "Sudah eranya, sosialisasi sarat teknologi. Berbagai platform di media sosial juga sangat membantu menyebarluaskan informasi,” jelasnya. (tom/amd) Editor : Administrator