Sampai saat ini tim besutan Abdul Mahfudin Alim itu sudah menggelar dua kali uji tanding. Yakni menghadapi Aceh dan Papua pada Juli lalu. Dan, terbaru kembali bersua Papua, 16 Agustus 2021. Kedua pertandingan tersebut digelar di DIJ. "Kami beruntung bisa kerjasama dengan Papua dan Aceh sebelum PPKM mengadakan try in di Jogjakarta. Dan kami tentu memaksimalkan kerjasama dengan Papua yang TC dua bulan di Jogja," kata pria yang akrab disapa Udin itu Kepada Radar Jogja, kemarin (19/8).
Udin mengatakan, hasil uji tanding kemarin cukup memuaskan. Terutama di sektor putra karena berhasil mengalahkan Papua dengan skor 21-10. Sedangkan tim putri harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 10-26.
Pada laga uji tanding kemarin, ada sejumlah hal yang menjadi catatan tim pelatih. Untuk tim putra, ketenangan dalam bermain dianggap masih kurang. Sedangkan strategi dan taktikal dinilai sudah berjalan baik. "Kalau tim putri uji coba terakhir sudah berkembang permainannya, yang perlu diperbaiki dalam pengambilan keputusan saja," paparnya.
Yang pasti, Udin melihat anak asuhnya sudah menjalani progres yang bagus. Terlebih, uji coba memang bertujuan untuk menunjukkan perkembangan tim secara keseluruhan.
Di luar itu, dengan uji coba setidaknya Tim Rugby DIJ sudah mengantongi kekuatan dua kontingen tersebut. Udin berujar, tim putra Aceh dan tuan rumah Papua merupakan lawan yang sangat kompetitif. Meski begitu, timnya tak ciut nyali. Hasil positif di uji coba kedua menjadi modal apik DIJ sebelum bentrok di pertandingan sesungguhnya.
Sementara di sektor putri, Papua masih menjadi unggulan pertama bersama DKI Jakarta yang berada di peringkat kedua. "Tetapi tim putri DIJ tetap yakin bisa mendapatkan medali untuk dipersembahkan untuk DIJ," tegasnya.
Nah, rencananya akhir bulan ini rugby DIJ akan sekali beruji coba sekaligus menjadi agenda pamungkas sebelum bertolak ke Bumi Cenderawasih. Lawan yang akan dihadapi yakni tim Puslatda PON Bali. Bali dipilih sebagai lawan uji tanding penutup karena dinilai memiliki karakter bermain yang mirip dengan beberapa calon lawan di Papua nanti.
Lantas, bagaimana perkembangan latihan tim sampai saat ini? "Persiapan berjalan lancar dan mudah-mudahan tidak ada kendala di akhir-akhir persiapan ini," harap Udin. Program latihan akan difokuskan ke strategi dan taktik bertanding. Selain itu, materi khusus juga diberikan kepada atlet yang standar kebugarannya masih kurang.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto mengapresiasi dan mendukung penuh cabor yang mengadakan try in maupun try out. Mengingat saat ini tinggal 44 hari lagi menuju PON XX Papua 2021. (ard/din/er) Editor : Administrator