Bupati mengatakan, keberadaan petugas pemadam kebakaran (damkar) memiliki arti penting sebagai wujud kehadiran negara untuk melindungi dan memberikan rasa aman bagi warganya. Menurutnya, petugas damkar tidak hanya bertugas melakukan pemadam saat terjadi peristiwa kebakaran semata."Mereka juga mempunyai misi besar berupa penyelamatan," katanya.
Petugas damkar juga selalu siaga membantu berbagai permasalah lainnya, termasuk mengatasi pandemi Covid-19. Bahkan juga turut berkontribusi menyelesaikan persoalan sederhana dalam masyarakat, seperti menangkap ular dalam rumah, mengambil sarang tawon, menyelamatkan hewan piaraan yang terjebak di pohon dan sebagainya."Sesungguhnya mereka layak mendapat gelar pahlawan tanpa tanda jasa," katanya.
Menyadari peran penting dan strategis itu, pemerintah terus berupaya memberikan perhatian yang semestinya. Mulai dari kelengkapan keselamatan pribadi hingga sarana prasarana pendukung yang memadai, seperti mobil pemadam kebakaran yang ada."Target response time (masa tanggap) 15 menit dalam menghadapi kejadian kebakaran, bisa terwujud. Selain itu juga diharapkan bisa mendukung terwujudnya lima wilayah manajemen kebakaran (WMK) di eks Kawedanan se-Kabupaten Purworejo," harapnya.
Kepala Satpol PP Damkar Budi Wibowo mengatakan, dengan bertambahnya armada baru akan menambah akselerasi. Karena dua armada baru tersebut mempunyai tekhnologi terbaru. Mobil damkar double cabin memiliki daya pancar 25 bar, dengan kapasitas 4.000 liter,dengan sistem penggerak PTO, dan sistem pump and roll."Armada ini dapat melakukan penyemprotan sambil berjalan serta dilengkapi dengan body spray yang mampu melindungi mobil jika menembus api atau terkepung api," tutur Budi.
Sedangkan untuk water supply, bisa untuk menyuplai air ke mobil tempur. Serta bisa juga digunakan sebagai mobil tempur karena sistemnya sama dengan mobil damkar tempur. (udi/din) Editor : Administrator