Kasi Survailans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Kabupaten Banyumas Achmad Chairul Hamdi SKM MKM mengatakan, selisih data cakupan sebesar 20 persen, bisa disebabkan karena versi pusat lansia merupakan kelompok orang berusia 60 orang ke atas. Sementara di awal-awal berjalannya vaksinasi Covid-19, orang dengan usia 55 tahun ke atas mungkin datanya masih dimasukkan sebagai lansia oleh puskesmas.
“Data pusat vaksinasi lansia dosis I Banyumas membaca baru 50 persen dari target. Sementara untuk bisa masuk PPKM level I minimal harus 60 persen,” katanya, Rabu (3/11).
Hamdi menjelaskan, demi percepatan vaksinasi lansia dosis I, sudah dikirim surat edaran kepada camat agar bekerjasama dengan unsur Forkompincam dan puskesmas, melakukan jemput bola menyisir lansia yang belum divaksin dosis I. Dengan naiknya cakupan vaksinasi lansia dosis I lansia, otomatis ikut mendongkrak cakupan total vaksinasi dosis I Banyumas mencapai cakupan dosis I minimal 70 persen dari total sasaran.
“Cakupan vaksinasi dosis I dari kelompok lainnya juga mendongkrak cakupan total. Hanya yang dipersyaratkan harus 60 persen minimal dosis I untuk kelompok lansia,” terang dia.
Lebih lanjut dikatakan, per 2 November, cakupan total vaksinasi dosis I Banyumas sudah mencapai 64,2 persen atau 897.385 jiwa dari total sasaran 1.398.427 warga Banyumas. Untuk dosis II cakupannya 33 persen atau 461.479 jiwa. “Di pusat cakupan total vaksinasi dosis I Banyumas terbaca 63,4 persen. Margin 1 persen wajar. Mungkin ada antre data yang belum terinput,” pungkas Hamdi. (jpg/bah) Editor : Administrator