Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Ribuan Siswa Vaksin Ditemani Badut

Administrator • Senin, 10 Januari 2022 | 15:10 WIB
RESMI: Bupati Purworejo Agus Bastian melantik kades terpilih di Pendapa Kabupaten Purworejo kemarin (7/7). (Istimewa)
RESMI: Bupati Purworejo Agus Bastian melantik kades terpilih di Pendapa Kabupaten Purworejo kemarin (7/7). (Istimewa)
RADAR PURWOREJO - Sebanyak 1.128 siswa siswa jenjang sekolah dasar (SD) mengikuti vaksinasi masal, Sabtu (8/1). Ditemani badut, vaksinasi yang digelar Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah dipusatkan di SD Negeri Mudal, Purworejo.

Pengawas TK/SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Riyadi Ahmad mengatakan, komunitas adut dari Kutoarjo sengaja didatangkan sebagai hiburan anak-anak. Tujuannya adalah agar siswa tidak merasa takut, dan nyaman selama vaksinasi. “Badut juga memberikan doorprise bagi anak-anak yang sudah berani ikut vaksin," ucapnya, kemarin (9/1).

Ahmad merinci, jumlah siswa yang mengikuti vaksinasi masal berasal dari enam sekolah di Kecamatan Purworejo dan Banyuurip. Yakni SDN Keseneng, SDN Mudal, SDN Mranti 1, SDN Paduroso, SDN Kliwonan, dan SD Salsabila 5 Banyuurip.

Ada dua jenis vaksin yang diberikan. Yaitu vaksin MR atau campak untuk siswa kelas I, dan vaksi Covid-19 bagi siswa kelas II-VI. "Jenis vaksinnya yakni Sinovac," jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi siswa bertujuan untuk kelancaran proses pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Sebab selama ini, sekolah masih menerapkan pembelajaran daring untuk mengantisipasi klaster sekolah. "Hasilnya tetap kurang maksimal sebab tidak ada interaksi secara langsung antara guru dan siswa. Mudah-mudahan vaksinasi tahap dua, siswa betul- betul bisa belajar maksimal di sekolah," ujarnya.

Kepala Binda Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto menambahkan, Binda penyelenggarakan vaksinasi masal untuk anak atau pelajar usia 6-11 tahun terus dilakukan. Khususnya di  Kabupaten Banyumas, Magelang, Purworejo, dan Kota Semarang. Dengan target peserta sebanyak 5.000 anak. "Anak-anak cukup rentan tertular, maka difasilitasi vaksinasi. Terlebih muncul varian baru, Omicron," katanya.

Sondi menuturkan, kunci sukses vaksinasi anak ada di tangan orang tua. Sementara saat ini, orang tua sudah memahami pentingnya anak mendapatkan vaksin. “Terutama untuk mendukung pembelajaran tatap muka,” bebernya.
Dia berharap, anak atau pelajar yang sudah mendapatkan vaksin tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan tetap menggunakan masker setiap melakukan aktivitas, mencuci tangan, dan menjaga jarak. (tom/eno) Editor : Administrator
#Vaksinasi Covid-19 #BINDA Jawa Tengah