Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Salam menyampaikan, permintaan Sandbag meningkat usai sebagian besar wilayah Kebumen terendam banjir dan beberapa titik terjadi longsor. Per Minggu (19/3) permintaan yang masuk mencapai 6.100 kantong. Jumlah tersebut merupakan permintaan dari 24 desa yang membutuhkan. “Laporan petugas di kantor lumayan banyak. Dari kejadian awal (tanggal) 15 (Maret) sudah ada yang masuk,” kata Salam, Selasa (22/3).
Mayoritas permintaan Sand Bag diperuntukkan dalam penanganan tanggul sungai yang kondisinya kritis. Ada juga sebagian untuk kedaruratan pengaman tebing. Nantinya kantong Sandbag ini akan diisi pasir maupun tanah liat sebelum ditumpuk di lokasi yang dianggap rawan memicu potensi bencana. “Kami menyediakan kantong kemudian warga dan petugas kerja bakti. Baiknya sih isi pasir tapi tanah liat juga bisa pakai sedimen sungai,” ucapnya.
Hingga kini, jelas Salam, ketersediaan sandbag di BPBD dirasa aman. Dalam waktu dekat pihaknya akan kedatangan puluhan ribu Sand Bag dari proses pengadaan APBD 2022. “Bulan ini ada tambahan stok 20 ribu kantong. Kemarin bantuan dari BPBD Provinsi sudah habis,” terangnya.
Ia menambahkan, bagi desa yang membutuhkan Sand Bag untuk penanganan maupun antisipasi bencana agar segera mengirimkan surat permohonan ke BPBD Kebumen. Surat permohonan berisi keterangan kondisi berikut dilampiri foto pendukung. “Biasanya ada asesmen dari petugas, karena sifatnya darurat yang penting ada surat dan foto guna mempercepat,” imbuhnya.
Selain distribusi sandbag, dalam penanganan longsor BPBD juga mengerahkan lima alat berat untuk mengevakuasi material longsor. Alat berat tersebut diterjunkan yang tersebar di beberapa titik, termasuk di lokasi longsor yang menutupi bahu jalan. “Kami harus gerak cepat. Misalnya kemarin ada longsor di Jalan Sempor langsung agar lalu lintas tidak tersendat,” tuturnya. (fid/pra/er)