Ketua DWP Purworejo Erna Setyowati menyebutkan, rerata setiap rumah tangga menghasilkan dua kilogram sampah. Untuk itu, setiap rumah tangga harus mampu mengelola sampah dengan baik, salah satunya dilakukan pemisahan antara sampah organik dan sampah nonorganik. Sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan salah satunya untuk dijadikan sebagai pupuk organik yang memiliki banyak kegunaan. “Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk pelatihan mengolah sampah menjadi pupuk seperti yang sudah kami lakukan di Desa Dadirejo, Banyuurip," kata dia Kamis (30/6).
Sementara, pelatih pembuat pupuk organik Totok Iriyanto mengatakan, saat ini masih banyak petani yang menggunakan pupuk kimia. Meski cepat menambah hasil panen, tetapi hanya bertahan dalam jangka pendek. Ini bisa dilihat pada grafik produksi para petani yang cenderung merosot. Menurut dia, kesadaran terhadap manfaat pupuk organik terhadap kesuburan tanah, tanaman dan alam, harus ditanamkan kepada para petani. “Pupuk organik tersebut bisa dari eco enzim, kotoran hewan, atau limbah rumah tangga," ungkap dia.
Pembuatannya juga cukup mudah, yakni hanya perlu menyiapkan gula merah, air, dan sisa sayuran ataupun buah dengan perbandingan 1 : 10 : 3. Semua bahan dimasukan dalam ember ataupun toples dan tutup dengan rapat. "Setelah didiamkan selama 3-6 bulan, ampas dipisahkan dari air dan cairan tersebut siap digunakan sebagai cairan pembersih kaca ataupun lantai, pupuk tanaman, dan pestisida organik," jelas dia.
Untuk pembuatan pupuk dari kotoran hewan, yang perlu disiapkan antara lain kotoran hewan, arang sekam, air, EM4, dan tetes tebu. Dua tutup botol tetes tebu dan satu tutup botol EM4 dilarutkan dan dimasukkan dalam ember lalu didiamkan selama minimal 15 menit."Larutan terus yang akan menjadi dekomposer (pengurai) pada proses pembuatan pupuk. Kemudian, semua bahan dicampurkan dan diaduk secara berkala setiap tiga hari sekali selama satu bulan dan siap digunakan," sambung dia.
Sedang, untuk pupuk dari limbah rumah tangga pembuatan dan bahannya mirip seperti membuat pupuk dari kotoran hewan. Bedanya adalah bahan utamanya yang berasal dari limbah rumah tangga dan alat penampunganya. Penampung yang digunakan yaitu ember yang di berikan sekat atau saringan yang nanti berguna untuk memisahkan antara pupuk cair dan pupuk padatnya. (han/pra) Editor : Administrator