Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

UMKM Belum Bisa IPO dan Masuk Bursa Saham

Fahmi Fahriza • Kamis, 14 Desember 2023 | 14:15 WIB

 

Pelaku UMKM di Jogjakarta secara grafik terus mengalami pertumbuhan.(FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA)
Pelaku UMKM di Jogjakarta secara grafik terus mengalami pertumbuhan.(FAHMI FAHRIZA/RADAR JOGJA)

RADAR PURWOREJO - Bursa Efek Indonesia (BEI) Jogjakarta terus mendorong para pelaku usaha termasuk UMKM untuk bisa segera mendapatkan Initial Public Offering (IPO) atau proses perubahan struktur dana perusahaan dari pendanaan pribadi menjadi publik. 

Kepala BEI Jogjakarta Irfan Noor Riza mengatakan, dalam proses IPO tersebut diakuinya tidak mudah dan banyak persyaratan yang harus dipenuhi serta beberapa kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM.

"Kendala UMKM antaranya kurang pemahaman soal manajemen keuangan, hingga kurangnya pemahaman tentang proses go publik," katanya Rabu (13/12).

Beberapa kendala tersebut yang akhirnya membuat UMKM harus menunda proses IPO dan masuk ke bursa saham, Irfan menyebut bahwa kemungkinan IPO baru akan dilakukan tahun depan.

"Target awalnya akhir tahun ini ada beberapa UMKM, tapi jadinya mundur ke tahun depan," sebutnya.

Irfan merinci, untuk kategori perusahaan kelas menengah, disebutnya ada satu perusahaan dari DIJ yakni Perusahaan tersebut adalah PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) yang berhasil IPO pada 30 November lalu.

"Itu perusahaan yang bergerak dalam usaha peternakan dan rumah potong ayam, masuk dalam sektor konsumsi primer," paparnya.

Lebih lanjut, Irfan mengungkapkan, untuk menyiapkan UMKM bisa IPO dan go publik, pihaknya bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DIJ telah menjalin kolaborasi dengan beberapa pihak untuk membuat inkubator UMKM.

"Kami kerjasama dengan perguruan tinggi, salah satu kerjasamanya membuat inkubator UMKM di beberapa kampus," lontarnya.

Harapannya, lewat program inkubator tersebut UMKM atau perusahaan rintisan (start up) yang termasuk binaan perguruan tinggi akan mendapatkan pemahaman mengenai dunia pasar modal dan strategi serta hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk masuk ke sana.

"Kami inkubasi bersama dan ajak sebanyak mungkin UMKM agar naik kelas dan go public," serunya.

Ke depannya, ia berharap akan semakin banyak perusahaan atau UMKM yang bermunculan dan bisa melakukan IPO sehingga turut berdampak pada perekonomian dan pasar modal DIJ.

"Semoga makin banyak perusahaan yang IPO, sehingga pasar modal DIJ juga akan semakin bertumbuh," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#UMKM #IPO di BEI #bursa efek indoneia