Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Woww Kereen...! Ditabuh Hari Jumat dan Hari-Hari Besar Saja, Begini Keunikan Bedung Kyai Bagelan di Purworejo. Penasaran Kan..???

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 9 Januari 2024 | 22:15 WIB
Bedug Kyai Bagelen atau Bedug Pendowo  di Purworejo, Jawa Tengah.
Bedug Kyai Bagelen atau Bedug Pendowo di Purworejo, Jawa Tengah.

RADAR PURWOREJO - Di Purworejo terdapat masjid Jami Darul Muttaqien atau lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Purworejo.

Masjid Agung Purworejo merupakan peninggalan sejarah pada masa Islam di Indonesia.

Masjid ini terletak di pusat kota Purworejo atau di sebelah barat alun-alun Purworejo.

Masjid ini sudah dibangun pada era Bupati Purworejo pada tahun 1834 dan menjadi salah satu sejarah kehidupan masyarakat Purworejo.


Ada yang unik nih di Masjid Agung Purworejo. Yaitu, adanya bedug besar atau bedug raksasa.

Bedug Raksasa ini diberi nama bedug Kyai Bagelen atau sering disebut dengan bedug Pendowo.

Sejarah perkembangan Islam di Kabupaten Purworejo tidak bisa dipisahkan dengan Bedug Kyai Bagelen ini.

Keistimewaan Bedug Kyai Bagelan ini diyakini paling besar di seluruh dunia dan menjadi sejarah yang paling penting di Provinsi Jawa Tengah.

Khususnya di wilayah eks Karesidenan Kedu, Bedug Kyai Bagelen. Bedug ini juga populer dengan sebutan Bedug Pendowo.

Kalau dilihat dari sejarahnya, bedug ini sudah berjasa menyiarkan agama Islam turun temurun di Kabupaten Purworejo dari abad ke-19.

Bedug pendowo ini berumur hampir dua abad dari jaman pemerintahan Bupati Purworejo.

Pertama, Bedug pendowo ini memiliki ukuran garis tengah depan 194 cm.

Kemudian garis tengah bagian belakang sepanjang 180 cm.

Sedangkan panjangnya mencapai 294 cm, dengan keliling bagian depan 601 cm dan belakang 564 cm.

Adapun kulit bedug ini awalnya terbuat dari kulit banteng.

Namun saat ini sudah diganti dengan kulit sapi benggala.


Sangking besarnya beduk ini membutuhkan 120 buah paku di bagian depan

Kemudian secanyak 98 buah paku di bagian rangka.

Tujuannya dipaku, untuk mengunci atau memperkuat kulit bedug.

Tak sembarangan waktu, Bedug Pendowo ini hanya dibunyikan Setiap hari Jumat dan hari-hari besar saja. (Rattiantic/Radar Purworejo)

Baca Juga: 52 Umbul-Umbul Bakal Hiasi Pakualaman

Editor : Meitika Candra Lantiva
#terbesar di dunia #Bedung Kyai Bagelan #masjid #istimewa #Masjid Agung Purworejo #pusat kota #bedug #Purworejo #Ikonik