RADAR PURWOREJO - Pasca putusan sementara International Court of Justice (ICJ) yang meminta Israel untuk menghindari genosida, Israel kembali menyerang warga sipil Palestina.
Sejak Sabtu (27/1/2024) hingga Minggu (28/1/2024) malam, Israel dilaporkan telah menyerang warga sipil di Khan Younis di Selatan Gaza dan di Tepi Barat (West Bank).
Klub Tawanan mengumumkan dalam pernyataan pers bahwa setidaknya 22 warga Tepi Barat telah ditangkap oleh pasukan pendudukan, menurut SABA (29/1/2024).
Warga sipil ditahan dari Sabtu malam hingga Minggu pagi.
Beberapa tawanan yang ditangkap militer Israel termasuk seorang wanita dari Qalqilya, dua anak yang terluka dari Jenin, dan seorang ayah dan keempat anaknya dari Hebron.
Surat kabar tersebut menyatakan bahwa jumlah penangkapan setelah 7 Oktober 23 meningkat menjadi sekitar 6.30 WIB, termasuk mereka yang disandera, dipaksa menyerahkan diri, dan ditangkap di pos pemeriksaan militer.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa penangkapan yang semakin meningkat merupakan bagian dari agresi global terhadap rakyat Palestina dan genosida yang sedang terjadi di Gaza.
Setelah serangan lintas batas Hamas ke Israel yang membunuh ribuan warga Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, penangkapan warga sipil Palestina di West Bank dan Gaza meningkat.
Di Jalur Gaza, pada Minggu malam (28/1/2024) sebuah sekolah yang menampung pengungsi di sebelah barat Khan Yunis di selatan Jalur Gaza terkena tembakan artileri militer Israel.
Beberapa warga Palestina menjadi martir (syahid) dan puluhan lainnya terluka.
Di lingkungan Al-Amal, sebelah barat Khan Yunis, di selatan Jalur Gaza, Israel mengebom sebuah sekolah yang menampung pengungsi.
Sumber medis melaporkan bahwa sejumlah warga pengungsi menjadi martir dan puluhan lainnya terluka.
Setelah tentara Israel menargetkan Bundaran Kuwait di Kota Gaza, sejumlah warga terluka saat menunggu bantuan, dan sejumlah lainnya terluka dalam pemboman pesawat Israel terhadap sebuah rumah di kamp al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah.
Di kawasan al-Qizan Rashwan di selatan Khan Yunis dan selatan Gaza, penembakan artileri Zionis menyebabkan kebakaran besar di sekitar menara kastil.
Pasukan musuh juga membakar rumah-rumah penduduk di lingkungan selatan kamp Lakhan Yunis.
Sejak agresi di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober, jumlah korban jiwa telah meningkat menjadi 26.422 orang syahid dan 65.087 luka-luka.
Pada hari Minggu, statistik Palestina melaporkan bahwa musuh Zionis telah menangkap sekitar 6.330 orang sejak 7 Oktober tahun lalu. (Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Baca Juga: Penindakan Yustisi Pembuang Sampah Liar di Bantul Mulai Diterapkan Februari
Editor : Meitika Candra Lantiva