Penelitian terbaru mencoba menjelaskan fenomena ini dan menunjukkan adanya hubungan antara cuaca dan perilaku makan seseorang.
Menurut WHO (2002) berdasarkan sebuah penelitian, suhu lingkungan mempengaruhi kebutuhan energi kita sehari-hari.
WHO juga merekomendasikan peningkatan asupan energi sebesar 100 kkal untuk setiap penurunan suhu lingkungan sebesar 5 derajat Celcius.
Sedangkan pada penelitian lain, saat cuaca dingin, tubuh kita membutuhkan lebih banyak energi untuk menyeimbangkan suhu tubuh yang sama dengan suhu lingkungan.
Jika kebutuhan energi kita lebih rendah dari yang diperlukan, tubuh mengirimkan sinyal lapar.
Sinyal lapar ini diartikan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang dapat menghasilkan energi dengan cepat untuk menyeimbangkan suhu tubuh, biasanya makanan kaya energi dan sumber karbohidrat adalah pilihan terbaik.
Jadi bagaimana kita bisa mengendalikan rasa lapar berlebihan saat cuaca dingin? Makan teratur yaitu 3 kali makan utama dan 2 kali snack sehari.
Sekaligus memperhatikan bahan makanan pada setiap makanan utama, dengan menerapkan konsep “gizi seimbang” yang didalamnya terdapat cukup karbohidrat, protein, lipid, vitamin dan mineral.
Selain itu, pilihlah makanan yang kaya serat dan protein, yang akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama.
Editor : Bahana.