RADAR PURWOREJO - Kesiapan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Purworejo sudah hampir 100 persen. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo meminta mereka agar menjaga kesehatan.
Ketua Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat Dan Sumber Daya Manusia (Divisi Sosdiklih Parmas, dan SDM), KPU Kabupaten Purworejo Abdul Azis menyampaikan, seluruh anggota KPPS di Kabupaten Purworejo sudah menjalani bimbingan teknis (bimtek). "Mereka telah mendapatkan pelatihan mulai dari pemungutan hingga rekapitulasi suara," ujarnya Jumat (9/2).
Selain itu, anggaran pelaksanan pemilu di setiap tempat pemungutan suara (TPS) juga telah diberikan. Menurut Azis, KPU Kabupaten Purworejo telah berupaya semaksimal mungkin agar persiapan penyelenggara hingga pemungutan suara pada 14 Februari 2024 dapat berjalan lancar.
Dia berpesan kepada para KPPS agar bekerja secara profesional. Terlebih, harus untuk menjaga kesehatan agar badan tetap fit saat menjalankan tugas. "Kami minta jangan begadang. Jangan sampai petugas KPPS kerja dari sore sampai pagi, lalu sampai sore dan lanjut sampai pagi lagi," pesan Azis.
Azis meminta agar KPPS dapat intens berkomunikasi atau berkoordinasi dengan personel linmas di desa masing-masing. Utamanya, terkait keamanan logistik di setiap TPS. Terlebih, intensitas hujan di Kabupaten Purworejo akhir-akhir ini cukup tinggi.
Dikatakan, pihaknya telah berupaya melakukan mitigasi bencana pelaksanaan Pemilu 2024 dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo. "Ada 99 desa memiliki kerawanan cukup tinggi khususnya bencana banjir, yaitu desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, Bayan, Butuh, dan Ngombol," terangnya.
Kemudian, untuk desa rawan longsor ada di wilayah dataran tinggi seperti Kecamatan Bruno, Bener, Kaligesing, dan Pituruh. Hal tersebut sudah dikoordinasikan baik dengan BPBD ataupun TNI dan Polri.
Sebelumnya, Kabid Penyelamatan dan Evakuasi, BPBD Purworejo Suparyono juga mengingatkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak hujan tertinggi terjadi di Februari ini. Dia mengingatkan agar TPS dapat dari ancaman bencana.
Di antaranya, bangunan untuk TPS harus kuat dan aman. Kemudian, jalur transportasi menuju TPS sebisa mungkin yang aman. "Perlu diantisipasi pula listrik dengan menyiapkan genset, karena saat hujan biasanya listrik padam. Itu kaitannya dengan jaringan internet juga," pesannya. (han/pra)