Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

BNPB Lakukan Operasi TMC untuk Bantu Atasi Banjir di Demak, Bagaimana Cara Kerjanya?

Nadiva Aiszhabella • Kamis, 22 Februari 2024 | 18:57 WIB
SIAGA: Potret pelaksanaan operasi TMC dari dalam pesawat.
SIAGA: Potret pelaksanaan operasi TMC dari dalam pesawat.

RADAR PURWOREJO – Banjir yang melanda Kabupaten Demak beberapa waktu yang lalu sudah mulai surut.

Hal tersebut diketahui dari kunjungan yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudajana pada Jumat (16/2/2024) dalam rangka meninjau kondisi banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.


Melansir dari jatengprov.go.id, hasil dari tinjauan yang telah dilakukan Nana, didapati bahwa dua titik tanggul yang jebol sudah teratasi. 

Tinggi genangan air yang menutupi rumah warga juga sudah menyusut hingga menyisakan 10-50 cm.

Beberapa warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan rumah mereka.

Selain itu, jalan pantura Demak-Kudus yang sempat ditutup karena terendam oleh banjir juga telah surut.


Nana menjelaskan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu mengurangi intensitas hujan di daerah yang terdampak.

Operasi TMC tersebut diprakarsai BNPB bersama dengan BMKG, BRIN, BPBD Provinsi Jawa Tengah, TNI, pihak Lanud, dan Otoritas Bandara Ahmad Yani Semarang.

Operasi ini telah berlangsung selama empat hari dimulai dari tanggal 15-18 Februari 2024.


TMC merupakan usaha campur tangan manusia dalam pengendalian Sumber Daya Air di atmosfer untuk menambah atau mengurangi curah hujan pada daerah tertentu dan meminimalisasi bencana alam yang disebabkan oleh iklim dengan memanfaatkan parameter cuaca.


Cara kerja dari Operasi TMC ini adalah dengan menyemai awan potensi hujan menggunakan bahan Natrium Clorida (NaCl).


Pada Sabtu (17/2), penyemaian telah dilakukan dengan menggunakan sebanyak tiga ton NaCl yang melalui tiga kali sortie, dan menghabiskan waktu tujuh jam penerbangan menggunakan Pesawat Cessna 208 Caravan dari Lanud Ahmad Yani Semarang.


Sortie pertama dilakukan di langit wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tepatnya, di kabupaten Pacitan dan Wonogiri, lalu dilanjutkan ke wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta serta Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan ketinggian 12 ribu kaki.


Sortie kedua dilakukan di wilayah Laut Jawa dan Kota Semarang bagian utara pada ketinggian 10 ribu kaki.

Terakhir, pada sortie ketiga, penyemaian dilakukan di wilayah Solo Raya, D.I. Yogyakarta, Kabupaten Magelang dan Wonosobo pada ketinggian 12 ribu kaki.

Editor : Amin Surachmad
#banjir #mulai surut #demak