RADAR PURWOREJO - Panen padi di Kabupaten Purworejo belum pengaruhi penurunan harga beras dan stok beras. Mengingat, di Kabupaten Purworejo baru ada dua kecamatan yang sudah panen, yaitu Kecamatan Grabag dan Ngombol.
"Panen padi belum berpengaruh terhadap penurunan harga maupun stok," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo Hadi Sadsila kepada Radar Jogja Kamis (22/2).
Baca Juga: Malam yang Istimewa bagi Umat Muslim Malam Nifsu Syaban, Ini Keutamaannya
Meski demikian, kata Hadi, saat ini stok beras di Purworejo masih aman. "Sementara, masih (stok beras) aman. Stok Bulog dari beras impor. Panen belum berpengaruh," terang dia.
Hadi mengatakan, dia belum bisa memperkirakan kapan panen padi di kecamatan lain di Kabupaten Purworejo. Mengingat, masa tanam pertama (MT1) di Kabupaten Purworejo tidak serentak. "Panennya sporadis (tidak tentu), tidak panen raya," tambah dia.
Sedangkan, sawah yang dialiri dari Sungai Bogowonto seperti wilayah Kecamatan Ngombol, Purwodadi, Banyuurip, Bagelen, Purworejo, dan Gebang belum begitu banyak karena air minim saat itu. Untuk itu, panen MT1 di Kabupaten Purworejo tidak dapat serentak.
Sementara, harga beras di Kabupaten Purworejo saat ini masih tinggi. Yakni, menyentuh Rp 16 ribu hingga Rp 16.500 per kilogram (kg). Meski demikian, hal tersebut tak membuat penurunan permintaan konsumen di sejumlah pedagang. Justru ada yang meningkat karena takut kehabisan stok.
"Sekarang beras masih tinggi harganya, belum ada tanda-tanda turun," kata pedagang kebutuhan pokok di Pasar Baledono Fai. (han)
Editor : Heru Pratomo