RADAR PURWOREJO - Babatalas MC (BAMC) merupakan klub atau komunitas motor tua di Kabupaten Purworejo. Terbentuk sejak 20 Maret 2016 lalu di Kutoarjo. Komunitas tersebut berdiri diawali dari Kawasaki Binter Merzy (KZ200 1980-1984) dan terbuka dengan varian motor tua jenis lain.
"Prinsip kami memperluas pertemanan dan persaudaraan. Tidak terbatas pada merek, cubic centimeter (CC), style dan negara asal," kata Ketua sekaligus founder BAMC Purworejo Topan Widyatmoko kepada Radar Jogja Jumat (23/2).
Oleh karena itu, Komunitas BAMC terbuka untuk motor keluaran pabrikan Jepang maupun Eropa. Dengan kapasitas mesin serta style motor (klasik kustom) yang lebih beragam.
Sebab, kata Topan, persaudaraan itu terukur dari sang pemilik motor. Menurutnya, motor hanya benda mati sebagai sarana pergerakan mereka. "Kami berawal dari tongkrongan yang berisi beberapa orang dan belum memiliki nama atau rule di dalamnya," jelasnya.
Kala itu, Topan mengusulkan nama Over Heat. Namun, karena perbedaan orientasi akhirnya tidak terbentuk. Bahkan rekan perkumpulannya saat itu, ada yang gabung dengan klub yang punya nama lebih besar. Ada pula yang sibuk jualan dan kegiatan lainnya.
Hingga pada 2016, tepatnya 20 Maret, dia dan temannya Tanto sepakat membentuk nama baru. Yaitu, dengan mencoba mengumpulkan orang yang tersisa dan berkenan. "Babatalas Merzy Riders nama awal kami. Kemudian, pada 2018 kami sepakat mengubah nama menjadi Babatalas MC," bebernya.
Tak mudah, banyak pasang surut yang mereka alami. Mulai dari konflik internal, tidak konsistensi seorang member, dan sebagainya tetapi justru membuat komunitas tersebut semakin solid dan terbentuk.
"Mungkin kami termasuk kategori klub dengan member paling sedikit. Ada sekitar 17 orang dan beberapa simpatisan dan pengantusias," sebut dia.
Banyak orang mengira perkumpulan tersebut terkesan exclusive. Pada Maret 2022, mereka memberlakukan sistem berjenjang untuk yang ingin menjadi bagian dari BAMC. Mereka tidak menerapkan open recruitmen, bermain culas mengajak member perkumpulan lain, maupun merayu orang awam untuk menjadi anggota. "Kamu nyaman, kami nyaman. Silakan bermain bersama. Namun, attitude menjadi penilaian utama," tambah Topan.
Disebutkan, rata-rata member BAMC berasal dari wilayah Purworejo saja. Hanya saja, ada yang berdomisili di Bekasi, Karawang, Juwangi, Kertosono, hingga Gunungkidul. "Kami berasal dari berbagai macam profesi mulai dari guru, awak kapal, pegawai bank, karyawan pabrik, bengkel las, bengkel cat, wiraswasta, ASN, bahkan perangkat desa dan pendeta pun juga ada," rincinya.
Ada banyak kegiatan yang mereka lakukan, Seperti pertemuan triwulan rutin untuk membahas ide gagasan. "Biasanya, ditutup atau diawali dengan motoran bareng," lanjutnya.
Beberapa kali juga mengadakan kegiatan sosial di panti asuhan, panti jompo, bagi paket sembako, ataupun sekadar membagikan takjil saat bulan puasa. Selain itu, ada kegiatan touring memenuhi undangan klub lain, hingga agenda fun dan spontan seperti info kopi, golek sarapan, dan pindah turu.
"Info kopi itu adalah kode buat main ke rumah member atau ajakan nongkrong. Entah itu warung atau coffee shop," jelas dia.
Kemudian, golek sarapan adalah kode ajakan saat pagi hari. "Modusnya cari sarapan pagi. Kenyataannya, sampai makan siang menjelang sore kami baru pulang," katanya sembari tertawa.
Sementara, pindah turu semacam biker camp. Lucunya, mereka tak benar-benar camp melainkan hanya berpindah tidur ke rumah member yang ada di luar kota. (han/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova