RADAR PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dapatkan bantuan keuangan (bankeu) provinsi sebesar Rp 71,1 miliar di 2024 ini. PJ Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana meminta agar bankeu provinsi tersebut dapat digunakan secara tepat sasaran.
Hal tersebut diungkapkan saat PJ Gubernur Jateng berkunjung ke Kabupaten Purworejo. Yakni, dalam rangka peresmian proyek pembangunan di Kabupaten Purworejo pada 2023, Senin (26/2) di Stadion Sarwo Edhi Wibowo (SEW).
Baca Juga: Hingga 2027 Mendatang, Ketum PBSI Purworejo Kembali Diduduki oleh Muhamad Abdullah
Dia menyampaikan, bankeu tersebut telah diberikan secara rutin setiap tahun. Namun, besarannya tergantung pada kondisi keuangan provinsi. "Selain itu, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah kabupaten/kota di Jateng, ungkapnya Senin (26/2).
Di 2024 ini, Pemprov Jateng memberikan Rp 71,1 miliar untuk Pemkab Purworejo. Bankeu tersebut di antaranya digunakan untuk RTLH Rp 13,6 miliar, bantuan stimulan pembangunan rumah Rp 1,16 miliar, sarana prasarana jalan Rp 19,5 miliar, peningkatan sarana prasarana desa Rp24,9 miliar, program TMMD 2024 Pemrov Rp 750 juta, dan sebagainya.
"Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," harap dia.
Di samping itu, dia berpesan kepada Pemkab Purworejo untuk perhatian terkait masalah inflasi yang saat ini masih dirasakan oleh masyarakat. "Beberapa bulan lalu beberapa harga kebutuhan pokok naik kemudian sempat menurun. Saat ini terjadi lonjakan harga kembali di beberapa komiditas seperti beras, cabai rawit, dan cabai keriting," bebernya.
Baca Juga: Mengenal “Mbako Garangan”, Olahan Tembakau Premium di Wonosobo setiap Musim Bisa Peroleh Miliaran
Terkait harga beras, pihaknya akan berupaya mengatasi dengan beberapa langkah untuk menjaga stabilitas inflasi. Seperti, menggelontorkan beras ke pasar-pasar dengan harga subsidi hingga melakukan langkah gerakan pasar murah.
"Kami juga melakukan percepatan tanam padi karena ada fenomena el nino sehingga ada kemunduran tanam. Kemungkinan Maret atau April mulai panen raya," tambah dia. Nana berharap, panen raya tersebut dapat inflasi dan dapat menstabilkan harga beras kembali di pasaran. (han)
Editor : Heru Pratomo