RADAR PURWOREJO - Ketersediaan beras di gudang Bulog Kebumen dipastikan aman hingga memasuki Bulan Ramadan atau pada Maret 2024. Masyarakat pun diminta tak khawatir karena stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kebumen.
Kepala Gudang Bulog Kebumen Sidik Sugiharto mengatakan, pihaknya menjamin selama Ramadan tidak terjadi kelangkaan beras. Dia menyebut persediaan beras di gudang Bulog Kebumen kini mencapai 1.600 ton. "Masih ada simpanan 750 ton. Ada tambahan 850 ton, baru masuk 200 ton," kata Sidik, Kamis (29/2).
Dia menjelaskan, Bulog bersama pemerintah tak tinggal diam menyikapi lonjakan harga beras di pasaran. Berbagai bentuk intervensi terus dilakukan guna mendukung upaya stabilisasi harga pangan. Salah satunya melalui gerakan operasi pasar.
Sidik menyebut, dalam sepekan Bulog sedikitnya menyalurkan 10 ton beras ke masyarakat. Beras tersebut dikemas dalam program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Adapun harga beras SPHP ini dijual jauh lebih murah dibanding harga pasar, yakni Rp 14.500 per kilogram. "Seminggu pasar murah 3-4 kali. Itu bergilir di seluruh kecamatan. Kami sampai April masih ada jadwal," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sidik menjelaskan bahwa harga beras cenderung fluktuatif belakangan ini karena petani mengalami keterlambatan panen akibat dampak fenomena El Nino. Namun dia memprediksi harga beras dalam waktu dekat akan berangsur turun, seiring panen raya di sejumlah wilayah. "Kebumen bagian wilayah selatan sudah mulai panen. Kutowinangun sekitar seminggu lagi," sebutnya.
Kepala Disperindag KUKM Kebumen Udy Cahyono mengatakan, pemerintah daerah terus menggencarkan program gebyar pasar murah secara merata di setiap kecamatan. Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga beras.
Kemudian, pihaknya juga berkolaborasi dengan dinas terkait untuk menekan laju inflasi. Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan beras. Bantuan ini ditujukkan untuk 131 ribu keluarga penerima manfaat atau KPM. Dengan setiap penerima mendapat 10 kilogram beras. "Masyarakat untuk tidak panik dalam membeli beras. Stok beras juga makin banyak dengan datangnya panen padi," katanya. (fid)
Editor : Satria Pradika